kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45933,51   5,16   0.56%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Di tengah pandemi Covid-19, MarkPlus Tourism memperluas jaringan internasional


Sabtu, 18 April 2020 / 13:36 WIB
Di tengah pandemi Covid-19, MarkPlus Tourism memperluas jaringan internasional
ILUSTRASI. Suasana kawasan Jam Gadang yang sepi saat menjelang senja di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2020). Selama masa pandemi COVID-19, tidak ada sama sekali kunjungan wisatawan ke objek wisata aikonik Sumatera Barat itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitr


Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah pandemi Covid-19 dan penurunan ekonomi global, MarkPlus Tourism terus mencoba memperbesar jaringannya di dunia internasional. Kabar terbaru, pada bulan April ini MarkPlus Tourism ditetapkan sebagai anggota baru Pacific Asia Travel Association (PATA).

PATA adalah asosiasi non-profit internasional yang bertanggungjawab mengembangkan sektor pariwisata di kawasan Asia Pasifik. Salah satunya menyediakan insight pariwisata untuk para anggotanya yang meliputi lebih dari 90 badan pariwisaata pemerintahan, lebih dari 20 maskapai dan bandara, hingga ratusan perusahaan travel.

Selain MarkPlus Tourism, di saat yang sama PATA mengangkat tujuh anggota lain, mulai dari badan pemerintahan sampai perusahaan travel swasta. Beberapa dari mereka berasal dari Thailand, Timur Tengah dan China.

MarkPlus Tourism adalah unit bisnis dari konsultan marketing MarkPlus, Inc yang bergerak di bidang pariwisata. MarkPlus Tourism hingga kini telah berkolaborasi dan menjadi konsultan bagi pemain pariwisata mulai pemerintah, asosiasi hingga sektor swasta.

Baca Juga: Gandeng Kemenparekraf, Hotel Grand Sahid sediakan 220 kamar bagi tenaga medis

Direktur MarkPlus Tourism, Nalendra Pradono menyebutkan, keanggotaan PATA ini diharapkan mendorong peran MarkPlus Tourism tidak hanya di ranah lokal. "Kesempatan ini membuka jaringan lebih luas ke dunia internasional lewat seminar-seminar regional. Selain tentu saja akses riset dan publikasi PATA untuk mengembangkan sektor pariwisata khususnya lokal," ujar dia.

Sebelum dengan PATA, MarkPlus Tourism juga sudah menjadi partner dengan organisasi internasional lainnya yaitu GSTC (Global Sustainable Tourism Council). Organisasi ini adalah lembaga global yang mengeluarkan standar pariwisata berkelanjutan berupa kriteria dan indikator. MarkPlus Tourism merupakan official training partner satu-satunya di Indonesia.

Sementara untuk partnership, lokal MarkPlus Tourism berkolaborasi dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) sebagai anggota. Bahkan Founder & Chairman MarkPlus Tourism Hermawan Kartajaya ditunjuk sebagai Dewan Pakar GIPI.

Baca Juga: Markplus Tourism mengeluarkan strategi Quality Tourism untuk hadapi corona

Dengan menguatnya jaringan internasional dan lokal, Nalendra berharap MarkPlus Tourism bisa menjadi solusi bagi pemain sektor pariwisata yang sekarang terdampak Covid-19. Saat ini sektor pariwisata terpukul wabah corona, wisatawan lokal maupun mancanegara kemungkinan baru akan memulai perjalanan setelah pandemi berakhir.

MarkPlus Tourism akan membantu mempersiapkan pemain pariwisata untuk menjalani aktivitas turis setelah Covid-19 dengan reputasi internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×