Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog mengakui sejumlah fasilitas pergudangan miliknya di Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mencatat sekitar 12 gudang mengalami kerusakan, terutama pada bagian dinding dan pintu gudang.
Ahmad mengatakan kerusakan paling parah terjadi di wilayah Ruteng. Meski demikian, kerusakan tersebut tidak sampai mengganggu struktur utama bangunan gudang.
Baca Juga: Mensesneg: Presiden Prabowo Akan Tinjau Dampak Gempa NTT dalam Waktu Dekat
“Yang paling parah ini di Ruteng. Di Ruteng ini ada gudang-gudang kami yang mengalami kerusakan, yang mana kerusakan tersebut kalau kami lihat cukup sedang, tidak parah sekali tapi sedang saja karena strukturnya tidak rusak, yang rusak hanya dindingnya,” ujar Ahmad dalam konferensi pers di Kantor Bulog, Minggu (23/8/2026).
Dia menjelaskan, kerusakan dinding gudang terjadi karena guncangan gempa membuat tumpukan beras di dalam gudang ikut bergoyang. Pergerakan tumpukan beras tersebut kemudian mendorong dinding gudang ke sisi kanan dan kiri.
Menurut Ahmad, sebagian dinding gudang menggunakan material seng sehingga mengalami kerusakan saat terdorong tumpukan beras. Selain dinding, sejumlah pintu gudang juga mengalami kerusakan.
Meski demikian, Ahmad memastikan struktur utama gudang masih dalam kondisi baik dan tidak mengalami keretakan.
Untuk mempercepat penanganan, Bulog telah mengirimkan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) ke lokasi untuk melakukan perbaikan terhadap sekitar 12 gudang yang terdampak.
Baca Juga: Update Penanganan Gempa NTT: 47 Orang Meninggal, BNPB Kirim Bantuan
Sementara itu, khusus gudang di Ruteng yang mengalami kerusakan, Bulog memindahkan sebagian beras ke tenda milik BNPB dan TNI. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga beras tetap aman dari air maupun kondisi cuaca lainnya.
“Kita masukkan tenda pinjam tenda BNPB dan tenda-tendanya TNI untuk kita tempatkan beras tersebut di dalam tenda tersebut namun kita kasih palet bawahnya supaya tidak kena air,” jelasnya.
Ahmad menambahkan, Bulog juga akan mengoptimalkan penyaluran stok beras dari gudang yang terdampak kepada masyarakat yang membutuhkan. Langkah tersebut dilakukan sembari proses perbaikan fasilitas berlangsung.
Meski terdapat sejumlah gudang yang mengalami kerusakan, Bulog memastikan kondisi stok beras di NTT tetap aman.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 5.824 gempa bumi susulan terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga Minggu (23/8/2026) pukul 12.00 Wita.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan bahwa dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil 1,1.
Baca Juga: Gempa NTT, AHY Perintahkan Percepatan Pemulihan Akses dan Layanan Dasar
"Total gempa bumi susulan 5.824 kejadian, magnitudo terbesar 6,2 dan magnitudo terkecil 1,1," kata Arief dikutip dari Kompas.com, Minggu siang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 gempa susulan tercatat memiliki magnitudo di atas 5. Sementara itu, 132 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Arief menjelaskan, aktivitas gempa susulan paling banyak terjadi pada hari keenam setelah gempa utama. Tepatnya pada 20 Agustus 2026. Saat itu, BMKG mencatat sebanyak 862 kejadian gempa bumi dalam satu hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














