kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Dirut Star Energy Hendra Tan: Kami akan punya PLTP 1.200 MW, terbesar di dunia


Senin, 19 Agustus 2019 / 17:24 WIB
Dirut Star Energy Hendra Tan: Kami akan punya PLTP 1.200 MW, terbesar di dunia
Hendra Soetjipto Tan Dirut Star Energy

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Star Energy terus mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Asal tahu saja, Star Energy adalah anak usaha dari Barito Pacific milik Prajogo Pangestu.

Hendra Soetjipto Tan, Chief Executive Officer Star Energy Geothermal, Hendra Soetjipto Tan menyampaikan rencananya perusahaan bakal meningkatkan kapasitas pembangkit listrik mencapai 1.200 megawatt (MW).

Baca Juga: Biogas sebagai alternatif energi warga di lokasi PLTP Drajat

Ia menyampaikan sekarang mereka memiliki kapasitas listrik sebanyak 875 MW yang diperoleh dari pembangkit listrik panas bumi dari wilayah kerja panas bumi Wayang Windu, Derajat, dan Salak, Jawa Barat.

Adapun kapasitas sebesar 227 MW dari PLTP Wayang Windu, kemudian 377 MW di Salak, dan sebesar 271 MW di Darajat. Selain itu Star Energy juga mempunyai hak untuk mengelola energi panas bumi Hamiding di Halmahera Barat, Maluku Selatan, dan panas bumi Sekincau di Sumatera selatan.

Dalam rencana penambahan kapasitas ini, sambungnya, perusahaan akan membangun pembangkit listrik panas bumi di Sekincau dengan potensi kapasitas sebesar 500 MW, sementara di Maluku Selatan sebanyak 200 MW hingga 300 MW.

Baca Juga: PT Barito Pacific Tbk (BRPT) timbang ulang kemungkinan terbitkan obligasi tahun ini

“Kita harapkan 1.200 MW itu sudah tercapai sebelum 2028, tiga daerah di Jawa Barat sudah beroperasi,” ujarnya ketika ditemui di Jakarta, Senin (19/8).

Meski demikian, pengembangan di pembangkit listrik panas bumi di Maluku akan dibangun secara bertahap, tahap pertama mereka berencana membangun dengan kapasitas 2x50 MW. Guna mencapai target total kapasitas 1.200 MW, mereka membutuhkan dana sebesar US$ 2 miliar hingga US$ 2,5 miliar.

Sebagai informasi, PT Star Energy mengakuisisi pembangkit listrik tenaga panasbumi Darajat dan Salak berkapasitas 610 MW pada 2017 silam. Kedua aset baru Star Energy itu dibeli dari Chevron Corp dengan transaksi US$ 2,3 miliar.

Baca Juga: Moody's berikan peringkat B1 untuk Barito Pacific dengan prospek stabil

Pasca akuisisi tersebut, Star Energy menjadi pengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia, dan tiga terbesar di dunia. Star Energy berhasrat menjadi perusahaan geothermal terbesar di dunia.


Tag


TERBARU

Close [X]
×