kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Djakarta Lloyd menggenjot ekspansi transportasi


Minggu, 19 Agustus 2018 / 19:57 WIB

Djakarta Lloyd menggenjot ekspansi transportasi
ILUSTRASI. Kapal kargo PT Djakarta Lloyd


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Djakarta Lloyd terus mengembangkan bisnis dengan meningkatkan volume angkutan curah kering dan curah cair. Perusahaan ini juga telah memperluas bidang jasa di antaranya dengan melayani kebutuhan onshore dan offshore minyak dan gas.

"Kami sudah melakukan sinergi dengan BUMN dan swasta baik lokal maupun asing, dan kami optimistis bahwa pendapatan tahun ini akan meningkat," kata Suyoto, Direktur Utama Djakarta Lloyd, dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id.


Menurut Suyoto, dengan bekal panjang serta pengalaman selama lebih dari 68 tahun, Djakarta Lloyd terus menjalankan kegiatan usaha pelayaran dengan memberikan solusi transportasi barang yang menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Bahkan, Djakarta Lloyd tengah membangun kapal tanker untuk menambah armada angkutan curah cair.

Penambahan armada pun terus dilakukan untuk memperkuat perusahaan dalam rangka memenuhi sinergi yang ada. "Dalam waktu dekat, kita akan membeli kapal yang baru, karena permintaan terus meningkat,” aku Suyoto.

Selain meningkatkan pelayanan dan pengembangan jasa, Djakarta Lloyd juga terus melakukan efisiensi di dalam manajemennya. Direktur Keuangan dan SDM, Tunggul Puspithadani mengatakan bahwa Djakarta Lloyd terus melakukan efisiensi dan penataan manajemen dari dalam. “Kami lakukan beberapa efisiensi dan monitoring kinerja keuangan agar dapat mencapai target,” kata Dani.

Menurutnya, melakukan efisiensi dalam manajemen adalah hal yang penting dilakukan agar kondisi keuangan terus stabil dan untuk meningkatkan laba. Dalam bidang SDM, Djakarta Lloyd juga tengah melakukan penambahan tenaga ahli untuk mendukung perluasan bisnis perusahaan.

Perusahaan pelat merah ini mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang tahun 2017. Djakarta Lloyd mengantongi laba bersih Rp 36,6 miliar atau meningkat 23,2% dari laba tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 29,7 miliar.


Reporter: Aulia Fitri Herdiana
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


Close [X]
×