kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

DMO Diberlakukan, Antam Khawatir


Kamis, 12 Februari 2009 / 13:13 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Aneka Tambang (Antam) Tbk mengkhawatirkan pemberlakuan domestic market obligation (DMO) pada komoditas mineral pertambangan.

Menurut Direktur Pengembangan Antam Tato Miraza, pemberlakuan DMO mineral sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) sangat berisiko. Risiko ini akan muncul jika pembeli untuk komoditas yang disediakan untuk pasar dalam negeri itu tidak ada.

"Terkait DMO, implikasinya bagi Antam adalah risiko tidak adanya pembeli dalam negeri untuk produk-produk hasil tambang tertentu," kata Tato, Kamis (12/2).

Menurutnya, ketentuan mengenai DMO dapat dijalankan asalkan tersedia pasar domestik yang dapat menerima produk yang dihasilkan oleh Antam dengan harga pasar.

"Saran kami untuk Departemen ESDM yang sedang menyusun RPP UU Minerba adalah kalau pasar domestik tidak tersedia maka Antam diperbolehkan untuk mengekspor ke luar negeri. Hal ini harus diatur dengan jelas dalam PP," tegasnya.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×