Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) akan mengembangkan Urbanova, sebuah kawasan terpadu yang dikembangkan dengan konsep Edu Hub Ecosystem pertama di Indonesia. Proyek ini akan dibangun di atas lahan 23 hektare (ha) dan dikembangkan mulai September mendatang.
Untuk menggarap Urbanova, PT DMS Propertindo Tbk akan menggandeng PT Art Design Indonesia (ADI). Keduanya telah meneken kerja sama operasi pada 22 Mei 2026 lalu.
Urbanova dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang menyatukan tempat tinggal, pendidikan, bisnis, olahraga, hingga lifestyle dalam satu kawasan yang saling terkoneksi. Model seperti ini selama bertahun-tahun menjadi fondasi pertumbuhan kota-kota modern dunia seperti Singapura, Boston, dan Dubai.
Direktur Urbanova Tatang Sukmana mengatakan Surabaya dipilih karena memiliki potensi besar untuk mendukung prospek bisnis dan pendidikan di masa depan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada Jakarta.
“Surabaya memiliki kombinasi ekonomi yang kuat, infrastruktur yang berkembang, serta permintaan besar terhadap kawasan terpadu modern. Urbanova hadir untuk menangkap momentum tersebut,” ujar Tatang dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Baca Juga: DMS Propertindo (KOTA) Akuisisi Villa di Bali Senilai Rp 200 Miliar
Sementara itu, Direktur Utama Mohammad Prapanca mengatakan Urbanova dibangun untuk menjawab perubahan kebutuhan masyarakat urban. Menurutnya, Urbanova bukan sekadar proyek properti, melainkan ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan, bisnis, gaya hidup, dan hunian dalam satu kawasan.
“Kami melihat konsep ini memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kawasan yang efisien, produktif, dan terkoneksi,” ujar Prapanca dalam siaran pers, Kamis (22/5/2026).
Konsep education hub sendiri telah berkembang di banyak negara maju sebagai motor ekonomi baru. Kawasan pendidikan tidak lagi hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat inovasi, investasi, dan komunitas kreatif. Fenomena tersebut terlihat di One-North Singapura, Dubai Knowledge Park, hingga distrik pendidikan di Boston, Amerika Serikat.
Tatang mengatakan Urbanova mencoba menerapkan konsep serupa di Surabaya Timur. Kawasan tersebut berada di sekitar sejumlah kampus besar, seperti UPN Veteran Jawa Timur, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Surabaya.
Baca Juga: Penjualan Rumah Lesu, Pengamat Ingatkan Risiko Overpay Properti
“Potensi mahasiswa di kawasan itu mencapai lebih dari 64 ribu orang. Lokasinya juga dekat dengan kawasan industri SIER yang dihuni ratusan perusahaan dan puluhan ribu pekerja. Kombinasi pendidikan dan industri menjadi kekuatan utama kawasan ini,” ujar Tatang.
Urbanova akan mengembangkan kawasan terpadu yang mencakup residensial, business hub, area komunal, event space, hotel, rumah sakit, fasilitas publik, hingga sekolah internasional.
Menurut Tatang, proyek berbasis ekosistem pendidikan memiliki prospek jangka panjang karena ditopang permintaan yang relatif stabil dari sektor pendidikan, hunian, dan bisnis pendukung. Ia juga menilai pelemahan rupiah terhadap dolar AS tidak terlalu memengaruhi sektor properti.
“Kenaikan dolar memang memberi tekanan jangka pendek. Namun kebutuhan terhadap properti berkualitas dan integrated living tetap tumbuh. Properti dengan fundamental kuat justru cenderung lebih resilient di tengah volatilitas global,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













