kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.057   -20,00   -0,11%
  • IDX 5.692   -147,63   -2,53%
  • KOMPAS100 754   -18,04   -2,34%
  • LQ45 567   -14,29   -2,46%
  • ISSI 199   -4,04   -1,99%
  • IDX30 321   -7,87   -2,39%
  • IDXHIDIV20 396   -10,45   -2,57%
  • IDX80 85   -1,87   -2,15%
  • IDXV30 108   -3,45   -3,10%
  • IDXQ30 104   -2,46   -2,31%

DMSI: Kampanye negatif sawit tak pengaruhi ekspor


Selasa, 17 Oktober 2017 / 17:31 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa waktu terakhir komoditas sawit Indonesia mendapatkan berbagai tuduhan negatif dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.

Meskipun didera berbagai kampanye negatif, namun Direktur Eksekutif Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Iskandar Andi Nuhung berpendapat hal tersebut belum berdampak terhadap jumlah ekspor komoditas minyak sawit Indonesia.

Iskandar berpendapat, hingga saat ini ekspor minyak sawit masih terus berjalan. Bahkan, dia memperkirakan ekspor minyak sawit tahun ini mampu mencapai 43 juta ton dari tahun sebelumnya yang berkisar 35 juta ton.

Menurutnya, meskipun dilanda tuduhan-tuduhan negatif, namun negara lainnya masih sangat membutuhkan minyak sawit.

"Sampai saat ini belum ada dampak dari tuduhan tersebut, ekspor tetap jalan. Bahkan, negara seperti China tetap meningkat ekspornya. Sawit kan merupakan kebutuhan pokok terutama untuk vegetable oil. Ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sementara kalau bahan selain sawit mungkin harganya lebih tinggi," ujar Iskandar, kepada Kontan, Selasa (17/10).

Iskandar pun mengungkap, kampanye-kampanye negatif yang ditujukan kepada Indonesia merupakan hal yang biasa dalam persaingan bisnis.

"Kita tidak bisa menghindari ini. Kalau kita menjadi negara seperti Eropa, mungkin kita akan melakukan hal yang sama. Tetapi kita sudah memberikan bukti-bukti empiris bahwa apa yang dituduhkan itu tidak benar," jelasnya.

Menurut Iskanda, saat ini pemerintah sudah berusaha untuk melakukan kegiatan diplomasi melalui Kementerian Luar Negeri dan kementerian lainnya untuk memperkuat kerja sama perdagangan.

Tidak hanya itu pemerintah dan berbagai stakeholder di Indonesia telah memberikan proses edukasi dan pengenalan ke masyarakat bahwa apa yang dituduhkan tidak sama seperti kabar negatif yang beredar saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×