Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meresmikan Cafe Jamu Indonesia yang didirikan oleh PT Acaraki Nusantara Persada (acaraki) di PIK 2, Rabu (4/2/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya mendorong jamu sebagai budaya Indonesia agar semakin dikenal dan diterima di pasar global.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar menilai jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif yang belum sepenuhnya digarap.
“Sejak 31.000 tahun lalu di Nusantara telah memiliki sekitar 31.000 jenis atau spesies tumbuhan. Sudah disahkan hampir 20.000 nomor izin edar jamu dan masih banyak yang belum dieksplorasi,” kata Taruna usai meresmikan cafe acaraki di PIK 2, Rabu (4/2/2026).
Taruna juga menyoroti besarnya potensi ekonomi jamu. Ia memperkirakan nilai ekonominya dapat mencapai Rp350 triliun per tahun jika dikembangkan optimal, termasuk nilai budaya, ikon, hingga nilai spiritual yang melekat pada proses penyembuhan. Namun, realisasi industri jamu saat ini masih jauh dari potensi tersebut.
“Jamu-jamu kita ditambah obat tradisional itu baru sekitar Rp1 triliun setiap tahun yang dieksplorasi. Sementara potensi ekonominya Rp350 triliun, berarti yang baru dieksplorasi sangat sedikit,” ungkap Taruna.
Ia pun optimistis jamu Indonesia bisa melangkah lebih jauh.
“Saya optimis dan bangga bahwa jamu Indonesia bukan hanya nasional, tapi bisa mendunia,” tegasnya.
Baca Juga: Kinerja SIDO Solid pada Kuartal III- 2025, Fokus Produk Herbal & Ekspor
Di PIK 2, jamu ditampilkan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan gaya hidup urban. Cafe Jamu Indonesia mengusung konsep Jamu Experience Cafe, yang tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga pengalaman.
Pengunjung diajak memahami filosofi jamu, mulai dari jampi (doa), oesodo (kesehatan), hingga pengetahuan lintas generasi, sembari menikmati inovasi jamu yang dikemas sesuai selera masa kini.
Founder & Director PT Acaraki Nusantara Persada, Jony Yuwono, mengatakan peresmian cafe di PIK 2 merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperluas cara masyarakat mengenal dan menikmati jamu.
Ia menegaskan, kehadiran acaraki bukan untuk bersaing dengan jamu tradisional atau jamu gendong, melainkan menjadi jembatan agar jamu semakin dekat dengan keseharian masyarakat, terutama generasi muda.
“Kita tidak bermaksud bersaing dengan jamu gendong, target kita dengan cafe. Kita mau bersaing agar anak muda tidak hanya nongkrong di coffe shop tapi juga ke jamu shop,” ujarnya.
Sebelumnya, acaraki telah membuka sejumlah gerai di Kota Tua, Landmark Pluit, Grand Indonesia, dan AEON Tanjung Barat. Pemilihan PIK 2 sebagai lokasi terbaru didorong faktor strategis, karena dekat dengan bandara dan ingin menyasar pelanggan mancanegara.
Ia mengungkapkan, di gerainya yang berada di Kota Tua sebanyak 70% pelanggannya berasal dari luar negeri. Karena itu, cabang PIK 2 diharapkan menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan jamu Indonesia ke pasar global.
Baca Juga: PIK 2 Tropical Coastland Dicoret dari PSN, Ini Kata Pantai Indah Kapuk Dua (PANI)
”Harapannya sebelum mereka pulang ke negaranya bisa mampir ke acaraki dan membawa oleh-oleh jamu untuk dibawa ke negaranya,” jelas Jony.
Jony juga menceritakan perubahan tren konsumen sejak acaraki pertama kali berdiri pada 2018. Saat itu, perusahaan sempat memperkirakan yang datang didominasi usia sepuh, tetapi realisasinya justru banyak anak muda.
Menurutnya, setelah pandemi Covid-19 dan tren wellness meningkat, minat generasi muda terhadap jamu semakin besar.
“Anak muda sebenarnya maunya dilibatkan. Makanya kami buat tema bar terbuka dan meracik jamu di depan pelanggan, jadi pelanggan tidak hanya merasakan hasil, tapi melihat experience dari peracikan,” kata Jony.
Pada pembukaan tersebut, acaraki turut memperkenalkan inovasi baru berupa Jamu Capsule sebagai alternatif konsumsi jamu yang lebih praktis bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi. Tiga varian yang diluncurkan yakni Turmeric, Shades of Gold, dan All About Ginger.
Baca Juga: Gerai Coffee Shop di Indonesia Makin Menjamur, Bisnis Kopi Mulai Jenuh?
Selanjutnya: Mahendra Siregar Mundur, Ini Respons ADPI Soal Kriteria Sosok Pemimpin OJK Berikutnya
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (5/2), Hujan Amat Deras di Provinsi Berikut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













