kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.977   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.881   136,39   2,37%
  • KOMPAS100 767   22,86   3,07%
  • LQ45 583   17,02   3,01%
  • ISSI 204   4,43   2,22%
  • IDX30 329   8,88   2,77%
  • IDXHIDIV20 405   10,67   2,70%
  • IDX80 87   2,34   2,77%
  • IDXV30 110   2,55   2,38%
  • IDXQ30 106   2,94   2,85%

Dorongan revitalisasi industri tekstil bikin Asia Pacific optimistis di 2018


Minggu, 01 April 2018 / 16:01 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) cukup optimistis memandang bisnisnya di tahun 2018 ini. Dorongan pemerintah terhadap industri tekstil hulu dirasakan mampu berdampak besar bagi bisnis perseroan.

"Secara makro, pada 2018 ini kami cukup optimistis dengan dukungan proaktif pemerintah dalam mencanangkan tekstil sebagai industri prioritas," kata Prama Yudha Amdan, Executive Assitans President Director PT Asia Pacific Fibers Tbk kepada Kontan.co.id, Minggu (1/4).

Prama menambahkan, hal tersebut terlihat dari program revitalisasi industri tekstil yang segera dicanangkan oleh pemerintah utamanya perbaikan sektor hulu. Untuk itu, kata Prama, tahun ini POLY menargetkan pertumbuhan sekitar 10%-12%.

Sedangkan untuk capital expenditure (capex), perseroan menganggarkan US$ 10 juta yang ditujukan untuk perbaikan permesinan. "Strategi perseroan akan disesuaikan dengan arah pasar dan program strategis negara," tutur Prama.

POLY juga bakal meningkatkan potensi dari produk dengan nilai yang tinggi, seperti serat tahan api. Prama mengatakan perseroan akan memaksimalkan produk specialty (technical textile) agar dapat memberi nilai tambah dan meningkatkan kontribusi kepada ekspor nasional.

Dari sisi produksi, realisasinya rata-rata mencapai 98% dibanding dengan rencana aksi usaha POLY di 2017. "Hal ini tidak terlepas dari perbaikan margin usaha akibat perbaikan pasar domestik di kuartal 3 dan 4 2017 yang secara tidak langsung mengkompensasi tekanan yang terjadi di dua kuartal pertama," urai Prama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×