kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Dua bulan lagi, izin rute terbang Mandala dilego


Senin, 23 Juni 2014 / 17:25 WIB
Dua bulan lagi, izin rute terbang Mandala dilego
ILUSTRASI. Hamil Anggur. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Maskapai Tigerair Mandala telah mengumumkan niatnya berhenti beroperasi mulai 1 Juli nanti. Namun meski sudah memutuskan untuk tidak lagi terbang, tetapi maskapai yang sebagian besar sahamnya dimiliki Grup Saratoga itu masih mengantongi izin rute penerbangan hingga 3 bulan kedepan.

“ Ijin rute masih tetap berlaku selama satu bulan sejak penutupan operasi dan dapat diperpanjang sampai dengan dua bulan,” kata Israfulhayat, Kepala Bagian Humas dan Hukum, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/6).

Menurutnya jika dalam 2 bulan ini tidak ada permohonan yang disampaikan oleh pihak Mandala untuk kembali terbang maka izin rute yang kini sudah dikantonginya itu baru akan dicabut dan ditawarkan ke pihak lain.

Sementara itu terkait izin operasi, kata Israfulhayat, pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian baru akan melakukan telaah pada bulan ketiga setelah berhenti beroperasi. “Saat ini Mandala Tiger hanya berhenti dalam hal operasional pelayanan jasa angkutan udara, ijin operasinya akan di-review,” imbuhnya.

Seperti diketahui, setelah gagal mencari mitra strategis untuk menghidupi operasional maskapainya, Tigerair Mandala akhirnya memutuskan untuk berhenti beroperasi. Pihak direksi mengaku tak bisa berbuat banyak karena ternyata sudah sejak April 2012 perseroan mengalami pembengkakan biaya operasional akibat kelebihan kapasitas maskapai dibanding jumlah penumpang dan akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

Sejak Februari lalu, tercatat makspai tersebut mulai melakukan pengurangan rute penerbangannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×