kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Dua BUMN pertanian akan dilebur menjadi satu


Rabu, 05 September 2012 / 14:39 WIB
Dua BUMN pertanian akan dilebur menjadi satu
ILUSTRASI. Obat nyeri haid bisa Anda dapat dari menggunakan bahan-bahan alami.


Reporter: Nur Ramdhansyah A | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana untuk menyatukan dua BUMN yang memiliki lini bisnis yang sama.

Kedua BUMN yang direncanakan dilebur menjadi satu itu adalah; PT Pertani (Persero) dengan PT Sang Hyang Seri (Persero). Kedua BUMN ini diharapkan bisa dilebur menjadi satu pada rtahun delan.

"Paling tidak sebelum merger, gerakan dari kedua BUMN itu harus selaras biar budayanya lebih dekat," kata Deputi Menteri BUMN Industri Primer Muhammad Zamkhani di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (5/9).

Agar penyatuan dua entitas bisnis itu bisa berjalan lancar, Kementerian BUMN saat ini sedang fokus melakukan kajian.

Zamkhani mengaku, penyatuan dua BUMN Pertanian itu masih dalam kajian. Hal itu dilakukan agar kedua BUMN itu saling terintegrasi.

Jika penggabungan dua BUMN tersebut berjalan lancar, Kementerian BUMN berencana untuk membuat induk perusahaan (holding) yang akan diberi nama PT Pangan Nusantara."Nama itu akan dihidupkan kembali,” jelasnya.

Menurut Zamkhani, penggabungan dua BUMN pertanian itu bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, sehingga diperlukan BUMN yang berorientasi pada pangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×