kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Duh, Mahalnya Ongkos Tanam Cabai!


Jumat, 16 Juli 2010 / 12:24 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Tidak murah untuk mengembangkan teknologi tanam cabai yang bisa mengatasi dampak cuaca dengan tingkat intensitas hujan tinggi. Hitungannya, untuk setiap 1.000 m3, petani setidaknya harus menanamkan investasinya sebesar senilai Rp 40 juta.

Dadi Sudiana, Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia bilang, penerapan teknologi tanam untuk menyiasati cuaca juga membutuhkan waktu. Dus, selain keterbatasan biaya, petani juga menghadapi keterbatasan pengetahuan sehingga teknologi tanam cabai tersebut tidak semerta-merta langsung bisa diterapkan di lapangan.

“Memang teknologi penaungan ini salah satu jalannya untuk produksi di tengah perubahan iklim ini,” terang Didik, di Jakarta, Jumat (16/7). Menurutnya, dalam waktu dekat ini produksi cabai belum akan kembali normal. "Sampai puasa bisa jadi harga akan semakin tinggi,” ungkap Didik.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan, pemerintah sudah mengupayakan teknologi tanam untuk mengatasi masalah terbatasnya pasokan tersebut. Sementara itu, naiknya harga cabai belakangan dipicu oleh suplai cabai yang rendah dari wilayah produsen. “Masalahnya pasokan,” kata Mari.

Saat ini, harga rata-rata nasional cabai keriting yang dipantau Kementerian Perdagangan di sejumlah pasar induk mencapai Rp. 35.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×