kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.980   -33,00   -0,18%
  • IDX 5.873   128,37   2,23%
  • KOMPAS100 766   21,57   2,90%
  • LQ45 583   17,07   3,02%
  • ISSI 204   4,26   2,14%
  • IDX30 329   8,97   2,80%
  • IDXHIDIV20 406   11,40   2,89%
  • IDX80 87   2,35   2,78%
  • IDXV30 110   2,50   2,33%
  • IDXQ30 106   3,22   3,12%

Duh, pelaku IKM agro terancam gulung tikar karena kesulitan pasokan gula


Jumat, 31 Januari 2020 / 13:16 WIB
ILUSTRASI. Tumpukan karung berisi gula rafinasi di gudang pendistribusian gula PT. Makassar Tene, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/6). Pasokan gula rafinasi dikeluhkan pelaku industri kecil dan menengah (IKM). KONTAN/Fransiskus Simbolon/28/06/2012


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

"Tetapi sekarang masih mengalir ke pedagang yang tidak resmi. Mereka dapat 2-3 truk per hari. Yang resmi malah tidak dikasih. Ini ada masalah distribusi yang tidak benar, karena justru pasar gelap yang menguasai barang-barang rafinasi," ungkap dia.

"Saya koperasi yang resmi, yang ditunjuk oleh Kemenkop UKM tidak dikasih alasannya kuota impor raw sugar (bahan baku gula rafinasi) sudah tidak masuk dari Januari sampai Juni," keluhnya.

Baca Juga: Lancartama Sejati akan melepas 200 juta saham dengan harga Rp 175 per saham

Melihat kondisi yang menimpa IKM saat ini, Suyono berharap pemerintah segera mengambil langkah agar gula rafinasi ini bisa segera masuk ke IKM. Jika tidak, maka kebutuhan produk makanan dan minuman saat Ramadan dan Lebaran tahun ini tidak akan terpenuhi.

"Harapannya pemerintah cepat beri kuota impor untuk gula rafinasi segera diturunkan. Agar pabrik gula rafinasi segera produksi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×