kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Dukung peningkatkan produksi pangan, Wilmar Grup tawarkan pupuk unggulan


Kamis, 07 November 2019 / 18:30 WIB
Dukung peningkatkan produksi pangan, Wilmar Grup tawarkan pupuk unggulan
ILUSTRASI. Wilmar Grup melalui produknya Pupuk Mahkota siap mengawal produksi pangan nasional. Dengan memanfaatkan pupuk tersebut, petani dapat meningkatkan produksi padi sekitar 11-20 persen per hektare (ha)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wilmar Grup melalui produknya Pupuk Mahkota siap mengawal produksi pangan nasional. Dengan memanfaatkan pupuk tersebut, petani dapat meningkatkan produksi padi sekitar 11% - 20% per hektare (ha).

Direktur Wilmar Saronto Soebagyo mengatakan, pihaknya telah melakukan percobaan penanaman padi menggunakan Pupuk Mahkota di 21 demoplot di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. 

Baca Juga: Upaya yang dilakukan Grup Wilmar mencegah kebakaran lahan dan hutan

Dalam panen perdana yang digelar di Kecamatan Sukolilo, Madiun Senin (4/11) lalu, terbukti penggunaan Pupuk Mahkota mampu meningkatkan produksi sekitar 11%-20% per ha.

“Kami telah membuktikan bahwa kualitas Pupuk Mahkota tidak kalah dengan pupuk yang biasa digunakan petani,” ujar Saronto dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Kamis (7/11). 

Selain sebagai percobaan, adanya demoplot tersebut juga menjadi upaya edukasi bagi petani mengenai selisih biaya yang lebih tinggi dibanding pemanfaatan pupuk subsidi.

Meski petani harus mengeluarkan biaya tambahan Rp 472.000 per 0,5 ha untuk menggunakan Pupuk Mahkota, namun mereka memperoleh peningkatan produksi 11% per 0,5 ha atau sebanyak 450 kg gabah kering panen (GKP). 

Baca Juga: Punya potensi, industri kakao masih terkendala bahan baku

Dengan peningkatan produksi tersebut, petani memperoleh tambahan pemasukan Rp 1.771.500 per 0,5 ha.  




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×