Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
Saronto menambahkan, pihaknya juga berkomitmen membantu memotong rantai pemasaran beras melalui kerjasama dengan Dinas Pertanian Madiun. Dalam kerjasama itu, Wilmar akan menampung beras dari petani.
“Dengan rantai pemasaran yang lebih pendek, kami berharap keuntungan lebih banyak dinikmati petani,” kata dia.
Baca Juga: Siapkan IPO Anak Usaha, Grup Wilmar Makin Agresif Gelar Ekspansi di China
Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi peningkatan produktivitas panen tersebut karena sesuai dengan visi dan misi pemerintah kabupaten dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini, Madiun dikenal sebagai salah satu daerah produsen beras.
Dari total produksi sebesar 200.000 - 300.000 ton GKP per tahun, sebanyak 100.000 - 120.000 ton diserap untuk konsumsi masyarakat sehingga surplusnya cukup besar. “Kami ingin kesejahteraan petani meningkat,” kata Hari.
Dia mengingatkan agar Wilmar menjaga pasokan pupuk tetap lancar, karena seringkali suplainya seret saat musim tanam. Pihaknya juga menyambut dengan tangan terbuka terhadap rencana Wilmar yang akan berinvestasi di daerah tersebut. “Dengan kerjasama ini kami berharap masalah pasokan pupuk dapat teratasi,” tutur Hari.
Baca Juga: Pemerintah akan mengajukan nota keberatan ke Eropa terkait biodiesel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News