kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Dukung peningkatkan produksi pangan, Wilmar Grup tawarkan pupuk unggulan


Kamis, 07 November 2019 / 18:30 WIB
Dukung peningkatkan produksi pangan, Wilmar Grup tawarkan pupuk unggulan
ILUSTRASI. Wilmar Grup melalui produknya Pupuk Mahkota siap mengawal produksi pangan nasional. Dengan memanfaatkan pupuk tersebut, petani dapat meningkatkan produksi padi sekitar 11-20 persen per hektare (ha)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wilmar Grup melalui produknya Pupuk Mahkota siap mengawal produksi pangan nasional. Dengan memanfaatkan pupuk tersebut, petani dapat meningkatkan produksi padi sekitar 11% - 20% per hektare (ha).

Direktur Wilmar Saronto Soebagyo mengatakan, pihaknya telah melakukan percobaan penanaman padi menggunakan Pupuk Mahkota di 21 demoplot di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. 

Baca Juga: Upaya yang dilakukan Grup Wilmar mencegah kebakaran lahan dan hutan

Dalam panen perdana yang digelar di Kecamatan Sukolilo, Madiun Senin (4/11) lalu, terbukti penggunaan Pupuk Mahkota mampu meningkatkan produksi sekitar 11%-20% per ha.

“Kami telah membuktikan bahwa kualitas Pupuk Mahkota tidak kalah dengan pupuk yang biasa digunakan petani,” ujar Saronto dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Kamis (7/11). 

Selain sebagai percobaan, adanya demoplot tersebut juga menjadi upaya edukasi bagi petani mengenai selisih biaya yang lebih tinggi dibanding pemanfaatan pupuk subsidi.

Meski petani harus mengeluarkan biaya tambahan Rp 472.000 per 0,5 ha untuk menggunakan Pupuk Mahkota, namun mereka memperoleh peningkatan produksi 11% per 0,5 ha atau sebanyak 450 kg gabah kering panen (GKP). 

Baca Juga: Punya potensi, industri kakao masih terkendala bahan baku

Dengan peningkatan produksi tersebut, petani memperoleh tambahan pemasukan Rp 1.771.500 per 0,5 ha.  

Saronto menambahkan, pihaknya juga berkomitmen membantu memotong rantai pemasaran beras melalui kerjasama dengan Dinas Pertanian Madiun. Dalam kerjasama itu, Wilmar akan menampung beras dari petani. 

“Dengan rantai pemasaran yang lebih pendek, kami berharap keuntungan lebih banyak dinikmati petani,” kata dia.

Baca Juga: Siapkan IPO Anak Usaha, Grup Wilmar Makin Agresif Gelar Ekspansi di China

Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi peningkatan produktivitas panen tersebut karena sesuai dengan visi dan misi pemerintah kabupaten dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini, Madiun dikenal sebagai salah satu daerah produsen beras. 

Dari total produksi sebesar 200.000 - 300.000 ton GKP per tahun, sebanyak 100.000 - 120.000 ton diserap untuk konsumsi masyarakat sehingga surplusnya cukup besar. “Kami ingin kesejahteraan petani meningkat,” kata Hari. 

Dia mengingatkan agar Wilmar menjaga pasokan pupuk tetap lancar, karena seringkali suplainya seret saat musim tanam. Pihaknya juga menyambut dengan tangan terbuka terhadap rencana Wilmar yang akan berinvestasi di daerah tersebut. “Dengan kerjasama ini kami berharap masalah pasokan pupuk dapat teratasi,” tutur Hari. 

Baca Juga: Pemerintah akan mengajukan nota keberatan ke Eropa terkait biodiesel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×