Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten kelapa sawit, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) melihat prospek industri kelapa sawit pada 2026 cukup positif. Manajemen membidik pertumbuhan yang cukup agresif, baik dari sisi kinerja operasional maupun kinerja keuangan 2025,
Corporate Secretary PT Eagle High Plantations Tbk Rizka Dewi S, menyampaikan bahwa dari sisi suplai dan permintaan global, tidak terdapat perubahan yang terlalu signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, kondisi geopolitik global saat ini justru mendorong banyak negara untuk lebih mengutamakan ketahanan pangan dan energi, sehingga permintaan terhadap komoditas sawit tetap terjaga.
Baca Juga: PTKBI Terus Mendorong Pemanfaatan Resi Gudang
Sejalan dengan prospek industri tersebut, BWPT menargetkan kinerja operasional yang lebih baik pada tahun ini. Perseroan membidik pertumbuhan produksi yang cukup agresif dibandingkan tahun lalu.
“Untuk tahun 2026, kami tetap menargetkan pertumbuhan produksi yang positif. Secara keseluruhan, BWPT menargetkan dapat tumbuh pada kisaran double digit dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya,” ungkap Rizka, kepada Kontan.co.id, Jumat (6/3/2026).
Target pertumbuhan tersebut mencakup produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO), palm kernel, hingga tandan buah segar (TBS).
Di tengah prospek yang relatif stabil, perusahaan juga tetap mencermati sejumlah risiko yang dapat mempengaruhi kinerja industri sawit pada 2026. Risiko tersebut antara lain potensi kenaikan harga pupuk, kondisi cuaca ekstrem, maupun volatilitas harga komoditas.
Menurutnya, kunci dalam menghadapi berbagai risiko tersebut adalah kesiapan manajemen dalam merespons dinamika yang terjadi di lapangan maupun perkembangan ekonomi global.
Baca Juga: Kadin dan Apindo Ungkap Dampak Gejolak Timur Tengah ke Sektor Industri & Dunia Usaha
Dalam aspek keberlanjutan, BWPT juga melanjutkan strategi ESG yang telah dijalankan selama ini untuk memperkuat akses pasar global.
“Perseroan berkomitmen untuk terus memenuhi berbagai sertifikasi keberlanjutan baik di tingkat internasional maupun nasional, serta menjalankan pengembangan usaha yang selaras dengan prinsip ESG,” jelas Rizka.
Dengan mempertimbangkan kondisi fundamental industri yang stabil serta berbagai inisiatif operasional yang dijalankan, Perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja pada kisaran double digit dibandingkan tahun 2025.
Sebagai informasi, BWPT tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 5,76 triliun sepanjang 2025, naik 33,9% year on year (YoY) dari Rp 4,30 triliun di tahun 2024.
Segmen minyak kelapa sawit berkontribusi Rp 5,04 triliun sepanjang tahun 2025. Lalu, segmen inti kernel menyumbang Rp 664,15 miliar dan segmen tandan buah segar Rp 55,70 miliar.
Baca Juga: Konflik Timur-Tengah Pengaruhi Pasokan Sulfur Indonesia untuk Industri Smelter Nikel
BWPT mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih Rp 361,72 miliar di akhir Desember 2025, naik 39,01% YoY dari Rp 260,21 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













