kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45678,30   -12,83   -1.86%
  • EMAS911.000 -1,41%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Efisiensi biaya energi, Semen Baturaja Tbk (SMBR) ganti ke batubara kalori rendah


Kamis, 05 Desember 2019 / 20:25 WIB
Efisiensi biaya energi, Semen Baturaja Tbk (SMBR) ganti ke batubara kalori rendah
ILUSTRASI. Direksi SMBR - Awali 2019, Semen Baturaja Implementasikan ERP Berbasis SAP

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Basthony Santri, Vice President Corporate Secretary PT Semen Baruraja Tbk (SMBR) menyampaikan pihaknya akan menjalankan efisiensi biaya energi dengan beralih pada penggunaan batubara berkalori rendah.

Sebagai informasi, perusahaan berbasis di Palembang, Sumatera Selatan ini, mencapai volume penjualan semen sebesar 1,69 juta ton per Oktober. Perolehan tersebut menurun 3% secara tahunan, padahal permintaan semen nasional pada bulan Oktober 2019 tumbuh 7,4% mom.

Baca Juga: Penjualan Semen Baturaja (SMBR) per Oktober turun 3% menjadi 1,69 juta ton

Penurunan tersebut, menurut Basthony, dipengaruhi oleh kondisi industri semen nasional yang masih belum bergairah memasuki kuartal IV 2019.

"Efisiensi biaya energi dilakukan, misalnya dengan mengganti penggunaan batubara berkalori rendah dari 5500 kkal menjadi 4500 kkal, dan penggunaan bahan baku alternatif dan penurunan faktor klinker," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (5/12).

Adapun secara tonase, sampai akhir 2019, SMBR membidik volume penjualan di angka 2,19 juta ton. Sampai Oktober 2019, volume penjualan semen SMBR sudah mencapai 73% dari total target atau sebesar 1,698 juta ton.

Menilik laporan keuangan SMBR pada kuartal III 2019, laba bersih terkikis cukup signifikan sebesar 44,42% dari Rp40,88 miliar menjadinRp22,72 miliar. Namun demikian, pendapatan naik 3,64% menjadi Rp1,42 triliun dari Rp1,37 triliun.

Baca Juga: Penjualan Semen Mulai Merangkak Naik, Ini Rekomendasi Analis

Beban penjualan SMBR naik tajam 117,7% menjadi Rp 225,38 miliar. Beban umum dan administrasi yang naik 11,5% menjadi Rp 201,86 miliar. Beban keuangan juga ikut naik 17,47% secara tahunan menjadi Rp 110,88 miliar.

Jika menilik lebih detail pada laporan keuangan, penjualan semen bungkus kepada pihak ketiga menjadi kontributor utama pendapatan, yakni mencapai Rp 1,12 triliun atau 78,6% dari total pendapatan.

Jumlah ini naik 11,63% bila dibandingkan dengan realisasi penjualan semen bungkus kepada pihak ketiga hingga akhir kuartal III 2018.

Baca Juga: Rebalancing JII dan JII70 bakal pengaruhi reksadana syariah, ini anggotanya

Penjualan terbesar selanjutnya disumbang oleh penjualan semen curah terhadap pihak ketiga yakni sebesar Rp 289,42 miliar, disusul penjualan terak sebesar Rp 14,43 miliar, jasa pengangkutan sebesar Rp 3,3 miliar, dan penjualan white clay senilai Rp 1,27 miliar.

Nilai aset dan liabilitas masing-masing naik 1,26% senilai Rp5,60 triliun dan 3,39% atau setara Rp2,13triliun. Adapun ekuitas menurun 0,28% menjadi Rp3,46 triliun dari Rp3,47 triliun secara year to date.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×