kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ekspor bibit bandeng capai 1,5 miliar ekor


Minggu, 29 Januari 2012 / 19:11 WIB
Ekspor bibit bandeng capai 1,5 miliar ekor
Film The Forbidden Kingdom akan tayang di bioskop Trans TV 10 Februari 2021.


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Tahun 2011 lalu, Indonesia sukses mengekspor 1,5 miliar ekor bibit bandeng atau akrab disebut nenar. Negara tujuan ekspor nenar itu antara lain Philipina, Taiwan, Thailand dan Jepang.

Dirjen Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ketut Sugema mengungkapkan, tren ekspor nenar ikan bandeng itu naik dari tahun ke tahun.

Ia membandingkan, tahun 1994 lalu, realisasi ekspor nenar Indonesia baru sebanyak 400.000 ekor. "Sekarang berapapun kebutuhannya kami siap untuk memenuhinya,"terang Ketut (28/1).

Di Indonesia, daerah penghasil nenar bandeng ini adalah Bali. Bedasarkan data KKP, produksi nenar nasional setiap harinya bisa mencapai 10 juta ekor. Tahun 2011 lalu saja, diperkirakan produksi nenar secara nasional mencapai sekitar 3 miliar ekor.

Sukoismi, pembudidaya bandeng asal Singaraja, Bali mengatakan, jika secara keseluruhan produksi nenar asal Bali bisa mencapai 2 juta-3 juta ekor per hari. "Pembudidaya bandeng di Bali sendiri mencapai 400 orang," kata Sukoismi (28/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×