kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Ekspor dilarang, Central Omega (DKFT) akan gunakan bijih nikel untuk smelter internal


Kamis, 26 Desember 2019 / 16:54 WIB
ILUSTRASI. Perusahaan pertambangan nikel dan tembaga PT Central Omega Resources Tbk (DKFT).


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

Pihak DKFT belum menentukan proyeksi penjualan bijih nikel untuk tahun depan. Namun, dengan adanya larangan ekspor, Johanes memastikan akan ada perubahan pada target penjualan bijih nikel perusahaan di 2020 nanti.

Baca Juga: Tunggu calon mitra strategis, rights issue Central Omega (DKFT) belum terealisasi

Di samping itu, DKFT masih fokus menggarap smelter feronikel tahap II yang juga berlokasi di Morowali Utara. Smelter ini ditargetkan selesai pembangunannya di tahun 2022 mendatang. Perusahaan sendiri membutuhkan dana senilai US$ 500 juta guna memperlancar proyek tersebut.

Dalam berita sebelumnya, DKFT mendapat restu untuk menerbitkan saham baru melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Johanes belum bisa memberi keterangan lebih jauh soal perkembangan rencana right issue tersebut. "Saat ini perundingan dengan investor masih berlangsung," kata dia.

Yang terang, pembangunan smelter feronikel tahap II akan berlanjut. Pasalnya, smelter ini akan menopang kinerja DKFT di bidang pengolahan hasil tambang bijih nikel.

Sekadar catatan, kelak saat proyek ini selesai, total kapasitas smelter feronikel DKFT meningkat jadi 250.000 ton per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×