kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ekspor Gas ke Singapura Sebaiknya Dinegosiasi Lagi


Kamis, 22 Juli 2010 / 10:35 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati

JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah untuk berani melakukan renegosiasi ekspor gas ke Singapura. Tujuannya, supaya PT PLN (Persero) mendapat kepastian pasokan gas, sehingga subsidi listrik untuk membeli BBM bisa ditekan karena harga gas lebih murah.

"Kita berharap tahun depan tidak banyak kenaikan TDL, karena banyak PLTG dari proyek 10.000 MW akan masuk. Kuncinya, PLN harus mendapat kepastian pasokan gas dengan cara renegosiasi pasokan gas dengan Singapura," tegas Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi, Kamis (22/7).

Sofjan mengakui akan sulit bagi pemerintah untuk melakukan renegosiasi jual beli gas dengan Singapura. Namun hal tersebut harus dilakukan.

"Memang renegosiasi dengan Singapura tidak mudah, tapi ini harus dilakukan. Jangan hanya kami menjual mentah-mentah, harusnya gas tersebut memberikan nilai tambah bagi seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak agar pemerintah mengkomunikasikan setiap kali ada rencana kenaikan TDL.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×