kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ekspor Indonesia ke China Cuma 1,35%


Rabu, 31 Maret 2010 / 17:45 WIB
Ekspor Indonesia ke China Cuma 1,35%


Reporter: Gloria Haraito | Editor: Test Test

JAKARTA. Keikutsertaan Indonesia dalam Asean China Free Trade Agreement (ACFTA) memang membuat banyak pelaku usaha kuatir. Tapi sebetulnya, perjanjian perdagangan ini membuka peluang ekspor ke China lebih besar lagi.

Demi menikmati kenyamanan dalam jual-beli barang, kini banyak negara di dunia sudah mengikatkan diri pada perjanjian perdagangan. Mau tidak mau, Indonesia pun harus ikut ke dalam pola ini bila tidak mau menikmati bea masuk yang mahal ketika mengekspor ke negara lain.

Sebagai negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa, wajar saja bila menjalin kerja sama dengan China menjadi menarik. Dalam setahun, produksi domestik bruto (PDB) China bisa mencapai US$ 6,9 triliun. Lalu, produk Indonesia yang semula banyak diekspor ke Amerika dan Uni Eropa, setiap tahunnya semakin berkurang. Di sisi lain, tren ekspor produk ke China semakin bertambah.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan, Diah Maulida mengatakan, nilai ekspor China ke Asean tahun sepanjang sepuluh bulan 2009 mencapai US$ 102,67 miliar. "Barang-barang ekspor China sebagian besar berupa komputer dan perkakasnya serta ponsel," ujar Diah.

Sementara produk impor China umumnya berupa hasil bumi dan komoditas. Impor dari Asean ke China semdiri nilainya mencapai US$ 105,06 miliar. Berarti, China sebetulnya defisit US$ 2,38 miliar. Meski defisit, namun pengusaha Indonesia tetap merasa terancam dengan banjirnya produk China di pasar domestik. Kenapa? Karena nilai ekspor Indonesia ke China cilik sekali, cuma US$ 13,55 miliar, atau 1,35% dari total impor China.

Dari total nilai ekspor ini, ekspor produk pertanian mencapai US$ 4,8 miliar. Sementara produk pertambangan mencapai US$ 1,8 miliar dan produk industri mencapai US$ 109,6 juta. Diah memandang, ACFTA justru menjadi peluang besar untuk menggenjot ekspor ke China. "Nilai 1,35% itu berarti masih banyak peluang yang bisa kita kerahkan untuk ekspor baran gke China," tukas Diah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×