kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ekspor rotan 2010 turun 21,5% lantaran seretnya bahan baku


Kamis, 16 Desember 2010 / 13:07 WIB
Ekspor rotan 2010 turun 21,5% lantaran seretnya bahan baku


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Ekspor produk rotan lokal tahun ini turun. Sepanjang 2010, total ekspor rotan hanya mencapai US$ 138,07. Bandingkan dengan total ekspor rotan pada 2009 yang mencapai US$ 167,75 juta. Ini artinya, ekspor rotan tahun ini turun hingga 21,5%.

Penurunan ekspor rotan lokal memang telah terjadi dalam lima tahun terakhir ini. Padahal, Indonesia sempat mecapai rekor ekspor tertinggi pada 2004 dengan menembus angka US$ 336 juta.

Penyebab menurunnya ekspor rotan karena para perajin makin kesulitan memperoleh bahan baku. Terang saja, peraturan pemerintah yang membuka keran ekspor bahan baku rotan membuat perajin lokal kesulitan mendapat bahan baku.

Belum lagi kondisi permintaan mebel dari pasar ekspor yang selama ini menjadi tumpuan produk mebel lokal masih terimbas krisis global 2008 silam.

Melihat kondisi ekspor rotan yang terus meredup, pemerintah beserta Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) sepakat untuk meningkatkan ekspor rotan tahun depan. "Kami akan menggalakkan lagi pameran mebel rotan ke pasar internasional," kata Ardiansyah Sekertaris Jenderal Kementerian Perdagangan hari ini (16/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×