kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

ESDM matangkan rencana pembelian BBM non tunai


Senin, 21 Oktober 2013 / 21:09 WIB
ESDM matangkan rencana pembelian BBM non tunai
ILUSTRASI. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi pasangan yang alami sindrom menstruasi atau PMS.


Reporter: Ranimay Syarah | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menetapkan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara non tunai dalam waktu dekat. Persiapan ke arah ini sedang berlangsung. Termasuk kerjasama dengan pihak perbankan.

Susilo Siswoutomo, Wakil Menteri ESDM bilang tujuan dari program ini adalah untuk mengontrol pemakaian BBM. Tidak cuma untuk pemakaian BBM subdisi, tetapi untuk pemakaian BBM keseluruhan. "Jadi untuk semua penggunaan BBM. Nantinya tidak ribet dan tanpa biaya dan konsumen tidak perlu deposit sehingga tidak menyulitkan," katanya akhir pekan lalu (18/10).

Untuk membeli BBM ini, selain di mesin anjungan tunai mandiri (ATM), juga bisa membeli memakai voucer. Semua transaksi bakal tercatat di perangkat pembayaran gesek alias electronic data capture (EDC) yang disediakan di bank dan fasilitas tersebut sudah ada di stasiun pembelian bahan bakar umum (SPBU).

Selain itu mengetahui jumlah penggunaan BBM, adanya program ini juga untuk bisa mengawasi penggunaan BBM subsidi. Padahal, pemerintah juga sudah membuat program serupa yakni radio frequency identification (RFID) yang masih belum ada kejelasan hingga sekarang.

Untuk memuluskan program ini, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) sudah menjalin kerjasama dengan beberapa bank. Seperti Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BNI beberapa bank pembangunan daerah (BPD), serta Bank Central Asia (BCA).

Nah, untuk tahap awal, proyek percontohan berlangsung di Jabodetabek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×