kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

ESDM pastikan pasokan minyak dalam negeri tak terganggu serangan kilang Saudi Aramco


Selasa, 17 September 2019 / 15:09 WIB
ILUSTRASI. Asap sisa ledakan di kilang minyak Aramco, Abqaiq, Arab Saudi (14/9/2019).


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

Selain itu, Djoko juga mengatakan bahwa pemerintah tengah melakukan antisipasi dengan mengamankan pasokan minyak di dalam negeri.

Yakni dengan melakukan pembelian minyak dari ExxonMobil di Blok Cepu dengan besaran sekitar 650.000 bph, yang pengkapalan pertamanya akan dilakukan pada 20 September 2019 mendatang.

Djoko menuturkan, pemerintah juga terus berupaya mengamankan pasokan minyak di dalam negeri dengan memperpanjang kontrak pembelian dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya, termasuk dengan KKKS besar seperti Chevron.

Baca Juga: Trump bilang kenaikan harga minyak tak masalah, berapa cadangan minyak AS?

"Ya nanti yang lain juga kita perpanjang lagi. Kita antisipasi juga dengan membeli bagian KKKS yang ada di sini," terangnya.

Di sisi lain, berkaca dari penyerangan drone ke kilang Saudi Aramco, Djoko pun meminta agar KKKS yang ada di dalam negeri memberikan perhatian serius terhadap sistem keamanan di fasilitas produksi maupun pengolahannya. Salah satunya dengan sistem pengamanan anti drone.

"Jadi kita imbau yang punya kilang produksi minyak untuk pasang kalau bisa anti drone. Jadi begitu drone masuk (wilayah fasilitas produksi minyak), dia (drone) mati, keren kan," tandas Djoko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×