kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   0,00   0,00%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Evita Legowo: Pengembangan BBN Tidak Akan Ganggu Kepentingan Pangan


Senin, 09 Februari 2009 / 16:26 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dirjen Migas Departemen ESDM Evita Herawati Legowo memastikan, penetapan kebijakan mandatory BBN tidak akan mengganggu kepentingan pangan Indonesia.

Dalam catatan Evita, produksi CPO Indonesia sekitar 17 juta ton per tahun. "Sementara, sampai akhir tahun lalu untuk keperluan pangan hanya membutuhkan 4 juta ton. Sisanya di ekspor," kata Evita, Senin (9/2).

Evita menjelaskan, sebelum krisis global, menjual CPO ke luar negeri merupakan perkara mudah. Tetapi belakangan permintaan dunia menurun.

"Makanya pemerintah langsung menetapkan 2,5 juta ton CPO untuk membuat biodiesel. Sehingga tidak mengganggu industri makanan," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×