kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Fenomena peritel makanan berjualan di JPO, ini kata APPBI


Jumat, 16 Oktober 2020 / 17:45 WIB
Fenomena peritel makanan berjualan di JPO, ini kata APPBI


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) merespon fenomena beberapa restoran atau peritel mamin (FnB) yang menjajakan produknya di jalan.

Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja mengatakan pihaknya mengapresiasi strategi beberapa pengelola restoran untuk mendapatkan penjualan dengan berbagai cara, tapi dia juga mengingatkan agar pengelola restoran harus berhati-hati.

"Iya tolong berhati-hati, kenapa? Sebab ada beberapa teman-teman peritel yang berjualan di JPO. Menurut saya, perlu dipikirkan lagi langkahnya. Apakah cocok berjualan di JPO? Menurut saya itu percuma, sia-sia," ujarnya dalam diskusi The 2nd MarkPlus Industry Roundtable: Retail Industry Perspective yang digelar virtual, pada Jumat (16/10).

Baca Juga: Akibat pandemi, APPBI: Sudah 20% penyewa yang menutup usahanya

Ia melanjutkan, saat ini peritel sudah mengorbankan banyak hal untuk bertahan di masa pandemi. Namun strategi untuk bertahan itu perlu dibarengi dengan perhitungan yang matang dan selektif.

Alphonzo berharap, beberapa peritel yang membiarkan pegawai atau SPG berjualan di JPO perlu memikirkan ulang langkahnya.

"Saya setuju bila di masa sulit seperti ini, kita harus mencari cara berjualan. Ini memang survival mode, tapi harus selektif. Sudah susah tapi tidak ada hasil, itu kan sayang sekali," kata dia.

Selanjutnya: Bank Dunia: UU Cipta Kerja dukung pemulihan ekonomi dan pertumbuhan jangka panjang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×