Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi global, tekanan daya beli, dan kenaikan biaya hidup mendorong masyarakat tidak lagi bergantung pada satu sumber penghasilan. Pekerja mulai mencari peluang usaha sebagai tambahan pendapatan sekaligus langkah antisipasi risiko ke depan.
Tren ini sejalan dengan peran besar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan, UMKM menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Artinya, kewirausahaan kian menjadi penopang utama ekonomi.
Seiring itu, model bisnis kemitraan dan franchise makin diminati. Skema ini menawarkan sistem yang telah teruji, risiko lebih terukur, serta proses memulai usaha yang lebih praktis dibanding membangun bisnis dari nol. Selain itu, pelaku usaha juga bisa berperan sebagai investor tanpa terlibat langsung dalam operasional harian.
Evi Diah Puspitawati dari Franchise Academy Indonesia menilai, kondisi global yang tidak pasti membuat perusahaan cenderung menahan ekspansi dan membagi risiko. “Model franchise menjadi relevan karena memungkinkan bisnis berkembang tanpa menanggung seluruh beban investasi dan operasional,” kata Evi dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: IFW 2025 Angkat Peluang Waralaba di Tengah Ketatnya Persaingan Usaha UMKM
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit menambahkan, terjadi pergeseran pola pikir di kalangan pekerja dan profesional. “Mereka tidak lagi hanya mengandalkan penghasilan utama, tetapi mulai membangun usaha. Franchise menjadi pintu masuk karena sistemnya sudah siap,” katanya.
Menjawab meningkatnya minat masyarakat untuk memulai usaha, FLEI Business Show 2026 hadir sebagai ajang yang mempertemukan peluang bisnis dan calon pelaku usaha dalam satu ekosistem terintegrasi.
Tahun ini, FLEI Business Show 2026 digelar bersamaan dengan Café Brasserie Expo dan Morefood Expo pada 7-10 Mei di Jiexpo Kemayoran dengan menghadirkan lebih dari 400 brand lintas industri. Selama empat hari, pameran menargetkan 25.000 pengunjung dengan peluang eksplorasi bisnis, koneksi, dan transaksi.
Project Manager FLEI Business Show 2026 Rulief Harjianto mengatakan, banyak masyarakat ingin berusaha namun masih mencari model bisnis yang tepat. “FLEI Business Show menjadi tempat bertemu langsung dengan brand dan memahami cara kerja bisnis secara nyata,” ujarnya.
Baca Juga: Apindo: Pelaku Usaha Makin Adaptif Tangkap Peluang Saat Momentum Lebaran
Selain pameran, acara ini menghadirkan business conference, sesi inspiratif, konsultasi bisnis gratis, dan business matching untuk membantu pengunjung memilih peluang usaha yang sesuai.
Kegiatan ini didukung Kementerian Perdagangan, asosiasi seperti HIPPINDO, APINDO, ASLI, TES, dan TWDC, serta mitra internasional Asiawide Franchise Consultants dan World Franchise Associates (WFA), yang memperkuat posisinya sebagai platform kewirausahaan kredibel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













