Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli
Di tengah pemulihan operasional, PTFI melanjutkan pengembangan proyek tambang bawah tanah Kucing Liar di kawasan Grasberg, Papua.
FCX menyebut, proyek tersebut direncanakan mulai meningkatkan produksi sekitar 2030 hingga mencapai kapasitas desain 130.000 metrik ton bijih per hari. Namun, jadwal awal pengoperasiannya masih dalam peninjauan.
Pada kapasitas penuh, Kucing Liar diperkirakan menghasilkan sekitar 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas per tahun.
"Proyek ini akan mendukung keberlanjutan produksi berskala besar di kawasan mineral Grasberg," tulis laporan FCX.
Hingga 30 September 2026, investasi PTFI untuk pengembangan proyek tersebut mencapai sekitar US$ 1,6 miliar. Adapun kebutuhan belanja modal tambahan hingga 2033 diperkirakan sekitar US$ 4 miliar, atau rata-rata US$ 500 juta per tahun.
Baca Juga: Freeport Indonesia Targetkan Smelter Gresik Beroperasi Kembali di Akhir Agustus 2026
Selain pengembangan tambang, PTFI juga melanjutkan proses perpanjangan hak operasi pertambangan di kawasan Grasberg.
Pada Februari 2026, FCX dan PTFI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Indonesia terkait perpanjangan hak operasi melampaui masa berlaku saat ini yang berakhir pada 2041.
Berdasarkan MoU tersebut, FCX akan mempertahankan kepemilikan saham sebesar 48,76% di PTFI hingga 2041. Porsi kepemilikan itu direncanakan menjadi sekitar 37% mulai 2042.
PTFI disebut telah mengajukan permohonan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada Juni 2026. Saat ini, FCX dan PTFI masih berkoordinasi dengan pemerintah untuk menyelesaikan proses perizinan formal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














