kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Freeport-Tsingshan menuju kesepakatan bangun smelter 2,4 juta ton di Weda Bay


Jumat, 05 Februari 2021 / 13:43 WIB
ILUSTRASI. andy.dwijayanto@kontan.co.id-Andy Dwijayanto / KONTAN-Tambang Bawah Tanah Freeport


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

Namun, terkait nasib proyek smelter di JIIPE Gresik yang sedang berjalan, Seto belum memberikan penegasan. Apakah proyek itu akan berhenti ketika PTFI jadi bekerjasama dengan Tsingshan di Weda bay, atau tidak. Menurutnya, PTFI nantinya akan diberikan pilihan untuk menentukan kelanjutan proyek smelternya.

"Ini kan masih negosiasi jadi sementara yang di JIIPE Gresik pasti akan tetap jalan, nanti at the end Freeport yang akan menentukan," ujar Seto.

Yang pasti, dia menegaskan bahwa target untuk penyelesaian proyek smelter Freeport masih tetap sama. Yakni pada Desember 2023, sesuai dengan kewajiban yang tertera dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI yang diterbitkan Desember 2018 lalu.

Dengan rekam jejak Tsingshan dalam konstruksi kawasan smelter Morowali maupun Weda Bay, Seto yakin target tersebut bisa dicapai. "Sama, target (penyelesaian smelter) nggak berubah. Melihat track record Tsingshan, so far mereka komitmen dari sisi time line dan sisi cost. Yang kita perhatikan mereka sangat akurat," ungkapnya.

Namun ketika kerjasama PTFI-Tsingshan jadi terjalin, Seto juga menegaskan bahwa pemerintah meminta agar Tsingshan tak hanya berhenti pada smelter untuk memproduksi katoda tembaga. Melainkan lanjut ke proses hilirisasi tembaga di Indonesia.

"Itu yang kita minta, mereka akan bangun hilirisasi tembaganya. Jadi bukan hanya berhenti di katoda tapi juga produk turunannya mereka bangun di sana," pungkas Seto.

Secara terpisah, Vice President Coorporate Communications PT Freeport Indonesia , Riza Pratama mengungkapkan sejauh ini pihaknya masih berkomitmen melaksanakan proyek smelter di Gresik. "PTFI tetap berkomitmen untuk membangun smelter kedua di Manyar, Gresik sebagai bagian dari kesepakatan dalam proses divestasi yang lalu," jelas Riza kepada Kontan.co.id, Kamis (4/2).

Riza pun belum bisa mengemukakan lebih jauh mengenai proses diskusi dengan Tsingshan. Menurutnya, saat ini proses penjajakan masih berlangsung sesuai arahan pemerintah. Riza menambahkan, PTFI menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah terkait proyek smelter mana yang bakal digarap. "Tetapi komitmen PTFI tetap tidak berubah," tegas Riza.

Selanjutnya: Menko Luhut restui investasi smelter Tsingshan-Freeport di Weda Bay

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×