Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil nasional mencapai 850.000 unit sepanjang 2026. Target ini disusun berdasarkan evaluasi kondisi pasar otomotif pada awal tahun serta asumsi pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan menyentuh 6%.
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyatakan bahwa proyeksi tersebut masih tergolong realistis dengan mempertimbangkan dinamika pasar domestik dan kalender ekonomi sepanjang tahun.
"Jadi diperkirakan penjualan mobil nasional di tahun 2026 ini bisa mencapai 850.000 unit dengan kondisi seperti saat ini. Tapi kalau nanti ada perkembangan baru atau kebijakan baru, tentu akan kita lihat kembali,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Menurut Kukuh, salah satu faktor penting yang perlu diantisipasi sejak awal tahun adalah momentum Lebaran. Periode ini memiliki dua dampak yang berbeda terhadap pasar otomotif.
Di satu sisi, tradisi mudik dan peningkatan mobilitas masyarakat mendorong minat pembelian kendaraan. Namun di sisi lain, jumlah hari kerja yang lebih singkat dapat menekan realisasi penjualan bulanan.
Baca Juga: Insentif Otomotif 2026 Masih Abu-abu, Gaikindo Pilih Bekerja Secara Normal
“Lebaran itu ada dua sisi. Ada minat beli, tapi hari kerjanya pendek. Ini yang harus diantisipasi,” jelasnya.
Berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penjualan mobil pada bulan Lebaran kerap mengalami koreksi. Secara historis, penurunan penjualan bulanan bisa mencapai 20% hingga 30% akibat banyaknya hari libur nasional. Meski demikian, Gaikindo meyakini penurunan tersebut bersifat sementara dan dapat terkompensasi pada bulan-bulan berikutnya.
“Biasanya setelah Lebaran, periode Maret hingga akhir tahun relatif panjang. Harapannya setelah itu kita bisa sedikit ngegas lagi,” kata Kukuh.
Kukuh menambahkan, penetapan target 850.000 unit juga merujuk pada proyeksi pertumbuhan ekonomi pemerintah. Dengan asumsi ekonomi tumbuh 6%, sektor otomotif dinilai memiliki ruang yang cukup untuk bergerak lebih positif sepanjang tahun.
"Kalau pertumbuhan ekonomi bisa 6%, harusnya penjualan mobil juga bisa lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga: Gaikindo: Perakitan Lokal Bikin Harga Mobil Listrik Lebih Kompetitif
Terkait banyaknya long weekend yang diperkirakan terjadi sepanjang 2026, Kukuh menilai dampaknya tidak akan sebesar periode libur panjang seperti Lebaran atau Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pasalnya, operasional dealer kendaraan bermotor umumnya tetap berjalan meskipun terdapat hari libur.
"Hari kerja memang berkurang, tapi tidak seperti libur Lebaran atau Nataru yang berkepanjangan. Dealer masih buka,” katanya.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Gaikindo tetap menjaga optimisme terhadap prospek industri otomotif nasional pada 2026.
"Kondisinya memang seperti ini, tapi kita harus tetap optimis. Dengan proyeksi ekonomi 6%, target penjualan 850.000 unit masih kami pegang,” tutup Kukuh.
Selanjutnya: Harga Emas Anjlok 8%, Investor Panik atau Peluang Baru?
Menarik Dibaca: Ini Kiat Coffeenatics Mengembangkan Usaha Kopi Lokal hingga Tembus Pasar Global
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













