kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Gapasdap Mengingatkan, Potensi Bom Waktu Kemacetan Pelabuhan Saat Lebaran


Rabu, 01 April 2026 / 14:45 WIB
Diperbarui Rabu, 01 April 2026 / 14:57 WIB
Gapasdap Mengingatkan, Potensi Bom Waktu Kemacetan Pelabuhan Saat Lebaran
ILUSTRASI. Cuaca buruk hambat penyeberangan Pelabuhan Merak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)


Reporter: Ahmad Febrian, kompas.com | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, terjadi kemacetan di sejumlah arus mudik dan balik Lebaran. Terkait hal itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan permohonan maaf.

"Kami memahami dan juga mohon maaf terhadap terjadinya kepadatan tersebut,” ucap Dudy, Senin (30/3). Kepadatan terjadi pada hari-hari menjelang 18 Maret 2026 yang menjadi puncak arus lalu lintas tertinggi.

“Kepadatan tersebut terjadi pada hari-hari tertentu dan sebelum tanggal 18 kalau saya tidak salah, itu salah satunya adalah kendalanya ada di rest area,” ujarnya. 

Lalu bagaimana dengan  Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP)? Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menilai, kemacetan di Lebaran 2026 di sejumlah lintasan utama bukan dakibat kekurangan kapal, melainkan keterbatasan infrastruktur dermaga.

Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo menyampaikan, evaluasi terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran, khususnya di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang –Gilimanuk menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah kapal dan kapasitas dermaga.

Baca Juga: Mobilitas Kembali Normal Pasca Lebaran, Motor Listrik Jadi Alternatif Hemat BBM

Gapasdap menghargai kerja keras berbagai pihak seperti Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, ASDP Indonesia Ferry, KSOP, BPTD, serta operator kapal. Namun, organisasi tersebut menilai sistem yang diterapkan masih belum optimal.

Beberapa permasalahan yang disoroti antara lain kebijakan yang terlalu kaku, distribusi trafik yang tidak merata, serta keterbatasan infrastruktur pelabuhan. “Pendekatan ke depan harus lebih fleksibel, adaptif, dan berbasis kondisi real-time,” ujar Khoiri, dalam keterangannya, Rabu (1/4). 

Di lintasan Merak–Bakauheni, tercatat sekitar 74 kapal memiliki izin operasi. Namun kapasitas ideal hanya sekitar 28 kapal per hari. Artinya, lebih dari 40 kapal tidak beroperasi setiap hari.

Sementara itu, di lintasan Ketapang –Gilimanuk, dari sekitar 56 kapal yang tersedia, hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi optimal. Bahkan ketika jumlah kapal ditambah hingga 40 unit, kondisi justru tidak membaik.

“Waktu tunggu sandar menjadi lebih lama, kapal lebih banyak mengapung di laut, jumlah trip menurun, dan penumpang mengalami ketidaknyamanan,” jelasnya.

Gapasdap juga menyoroti berbagai pengorbanan operato. Mmulai dari tidak menaikkan tarif bahkan memberikan diskon, hingga menanggung kerugian akibat kebijakan Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dan jarak operasi yang lebih jauh.

Namun, upaya tersebut dinilai belum menghasilkan kelancaran yang optimal, sehingga menjadi tidak efektif secara keseluruhan.

Gapasdap memberikan sejumlah rekomendasi strategis. Antara lain pembangunan dermaga sebagai prioritas nasional dan 
penambahan dermaga secara bertahap. Juga Ppnetapan Merak–Bakauheni sebagai pelabuhan backbone.

Gapasdap mengingatkan,  tanpa pembangunan dermaga yang memadai, kemacetan di pelabuhan akan terus berulang setiap musim liburan. “Kita hanya tinggal menunggu bom waktu kemacetan di mulut pelabuhan,” tegas Khoiri.

Sebagai perbandingan, pembangunan infrastruktur jalan tol seperti Trans Jawa dan Trans Sumatrra telah memberikan dampak signifikan, sehingga sektor penyeberangan juga memerlukan perhatian serupa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×