kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.016   -33,00   -0,19%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Pendapatan Mitra Pinasthika (MPMX) Turun 1,4% Jadi Rp 16,15 Triliun pada 2025


Rabu, 01 April 2026 / 11:15 WIB
Pendapatan Mitra Pinasthika (MPMX) Turun 1,4% Jadi Rp 16,15 Triliun pada 2025
ILUSTRASI. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatat perlambatan kinerja pada tahun 2025. Pendapatan neto MPMX turun 1,40% secara tahunan. (Dok/MPMX)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatat perlambatan kinerja pada tahun 2025. Pendapatan neto MPMX melandai 1,40% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 16,38 triliun menjadi Rp 16,15 triliun sampai akhir tahun 2025.

Pada periode yang sama, biaya pokok pendapatan MPMX terpangkas 1,66% (yoy) menjadi Rp 14,79 triliun. Hasil ini mendongkrak perolehan laba bruto MPMX sebanyak 2,25% (yoy) menjadi Rp 1,36 triliun, dari raihan Rp 1,33 triliun pada tahun sebelumnya.

Namun, beban usaha dan beban lain MPMX pada tahun lalu  masing-masing meningkat 3,28% dan 31,48% (yoy). Pada saat yang sama,pendapatan lainnya MPMX menyusut 1,47% (yoy). Hasil ini memangkas laba usaha MPMX sebesar 2,32% (yoy) dari Rp 690,20 miliar menjadi Rp 674,17 miliar pada 2025.

Baca Juga: Kinerja Positif 2025, Rukun Raharja (RAJA) Pacu Strategi Akuisisi dan Proyek LNG

Secara bottom line, sepanjang tahun lalu MPMX meraih laba bersih sebesar Rp 461,89 miliar. Keuntungan MPMX menurun 19,28% dibandingkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 572,26 miliar.

Group Chief Executive Officer Mitra Pinasthika Mustika, Suwito Mawarwati mengatakan bahwa MPMX tetap mempertahankan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar. Menurut Suwito, penurunan pendapatan dan laba bersih tahun lalu mencerminkan dinamika industri dan normalisasi pada beberapa segmen bisnis setelah mencatat pertumbuhan yang kuat pada periode sebelumnya.

Suwito menegaskan, MPMX tetap berfokus pada menjaga disiplin operasional, efisiensi biaya, serta optimalisasi portofolio bisnis, guna mempertahankan kinerja yang sehat serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. 

“Secara keseluruhan, 2025 merupakan tahun yang dinamis dan menantang secara operasional, dengan kinerja keuangan yang berada di bawah capaian tahun 2024. Kami melihat dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk tekanan terhadap daya beli masyarakat, tingkat suku bunga yang relatif masih tinggi, serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik," ungkap Suwito dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id pada Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Semen Indonesia (SGMR) Bukukan Pendapatan Rp 35,24 Triliun pada 2025

Dinamika industri dan pasar tersebut tercermin pada melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor yang terkait dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen. Suwito menambahkan, tekanan pada tahun 2025 menjadi momentum penting bagi MPMX untuk melakukan evaluasi strategis, memperkuat fondasi operasional dan meningkatkan adaptabilitas organisasi dalam menghadapi perubahan industri yang semakin cepat.

Pada tahun lalu, MPMX mendorong berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas operasional, memperkuat kolaborasi antar unit bisnis, serta meningkatkan disiplin dalam pengelolaan biaya dan proses kerja. MPMX juga terus memperkuat kapabilitas organisasi dan tata kelola, sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam berbagai aspek operasional sebagai bagian dari komitmen terhadap penciptaan nilai jangka panjang.

"Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka seiring dengan potensi perbaikan konsumsi domestik dan meningkatnya aktivitas ekonomi. Perseroan akan terus berfokus pada penguatan bisnis inti, peningkatan produktivitas operasional, serta optimalisasi portofolio usaha untuk memastikan Perseroan tetap kompetitif dan mampu menangkap peluang pertumbuhan secara berkelanjutan,” kata Suwito.

Kinerja Lini Bisnis MPMX

Suwito merinci, MPMX membukukan pendapatan senilai Rp 15,2 triliun dari segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua melalui MPMulia. Pendapatan dari segmen bisnis ini melemah sekitar 2% (yoy). 

Segmen distribusi mencatat penjualan sebesar 699.000 unit, sementara pendapatan dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang meningkat sebesar 3,5% (yoy). Suwito mengatakan, penyesuaian kinerja ini seiring dengan moderasi permintaan kendaraan roda dua di pasar domestik.

Sementara itu, bisnis ritel melalui MPMotor menjual sebanyak 187.000 unit, sedangkan pendapatan ritel dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang dan layanan perbaikan meningkat sekitar 24% (yoy). "Perseroan tetap berfokus pada penguatan jaringan distribusi, peningkatan kualitas layanan pelanggan, serta optimalisasi aktivitas penjualan untuk menjaga daya saing di pasar," ungkap Suwito.

Dia melanjutkan, segmen bisnis asuransi MPMInsurance mempertahankan momentum pemulihan dengan mencatat pendapatan sebesar Rp 927,8 miliar, atau naik 1,6% (yoy). Hasil ini didorong oleh kinerja produk rekayasa (engineering) dan properti, meskipun terjadi pelemahan di kendaraan bermotor, dan beban klaim meningkat sekitar 1% (yoy).

Selain kinerja jasa asuransi, MPMX juga membukukan pertumbuhan hasil investasi pada instrumen ekuitas, obligasi, dan reksadana yang menghasilkan pengembalian hasil investasi yang lebih baik dengan peningkatan 45% (yoy). Dengan demikian, MPMInsurance membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 69,7% (yoy).

"Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat manajemen risiko, meningkatkan kualitas underwriting, serta mengoptimalkan pengelolaan portofolio produk untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan," imbuh Suwito.

Pada segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mempertahankan jumlah armada yang stabil di kisaran 15.000 unit dengan tingkat utilisasi 92%. Sebagian besar berasal dari mobil penumpang dengan klien dari sektor layanan keuangan, perdagangan, dan distribusi.

Sementara itu, penjualan mobil bekas melalui AUKSI meningkat sekitar 6% (yoy) menjadi 4.000 unit yang sebagian besar disumbang oleh kendaraan niaga. Dalam rencana pengembangan bisnis, perusahaan akan mengintegrasikan hingga 10 kantor cabang MPMRent sebagai cabang AUKSI.

"Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas cakupan operasional, meningkatkan volume unit yang dilelang (consignments), memperluas partisipasi peserta lelang (buyers), serta memberikan layanan yang lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan klien," terang Suwito.

Pada segmen jasa keuangan, Jaccs MPM Finance Indonesia, masih berfokus pada pengendalian risiko, pemulihan, serta efisiensi operasional. Kerugian bersih dari kegiatan operasional menunjukkan pelemahan sebesar 53% menjadi sebesar Rp 437 miliar.

"Ke depan, perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas aset melalui pembaruan model penilaian risiko serta penguatan proses penagihan internal. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan portofolio pembiayaan yang lebih prudent sekaligus menjaga kualitas aset secara berkelanjutan," kata Suwito.

Target dan Strategi pada 2026

Suwito menambahkan bahwa pada tahun 2026, tujuan strategis MPMX akan diarahkan untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi sebagai pelaku industri yang bertanggung jawab. Fokus MPMX meliputi peningkatan profitabilitas, penguatan struktur biaya, diversifikasi portofolio bisnis, penguatan citra perusahaan, serta optimalisasi kinerja seluruh entitas usaha.

"Dengan fondasi yang semakin solid dan strategi yang terarah, kami optimistis MPMX dapat terus meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan," tandas Suwito.

Dalam keterangan terpisah, General Manager Corporate Communications & Sustainability Mitra Pinasthika Mustika, Natalia Lusnita sebelumnya menyampaikan optimisme bahwa portofolio bisnis MPMX bisa tumbuh pada tahun ini. Natalia menyoroti industri otomotif yang masih prospektif di tengah tantangan dan dinamika pasar yang tetap membayangi.

MPMX memasang target yang cukup moderat pada tahun ini, dengan mengejar pertumbuhan pendapatan 5% - 7% dibandingkan tahun 2025. Dari sisi perolehan laba, MPMX ingin menjaga konsistensi Net Profit After Tax (NPAT) yang secara historis tercatat di sekitar 3% - 4% dari total pendapatan.

Pada tahun ini, MPMX akan fokus pada beberapa inisiatif utama seperti menjaga cost leadership, memastikan keunggulan operasional dan operasi berkelanjutan di seluruh entitas anak maupun asosiasi, memajukan inovasi dan transformasi digital, serta memperkuat sinergi group. Secara bisnis, MPMX pun tetap menjajaki diversifikasi dan mencermati jika ada peluang merger dan akuisisi (M&A).

"Terkait rencana diversifikasi, kami senantiasa menjajaki peluang strategis untuk memperkuat ekosistem otomotif end-to-end dengan mencari bisnis yang memiliki potensi sinergi dengan kemampuan dan kapabilitas yang ada. Ini termasuk mengevaluasi peluang M&A di seluruh ekosistem otomotif yang lebih luas untuk menjangkau kerjasama strategis," kata Natalia saat dihubungi Kontan.co.id beberapa waktu yang lalu.

Guna mendukung strategi bisnis pada tahun ini, MPMX menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 110 miliar - Rp 115 miliar. Capex MPMX tahun ini akan dialokasikan untuk Project IT master plan, supply chain management di MPMulia, serta untuk pembelian tanah dan bangunan untuk ekspansi MPMMotor.

Secara terpisah, Natalia menambahkan bahwa MPMX turut menyiapkan capex untuk peremajaan kendaraan di bisnis rental atau MPMRent. Kebutuhan capex diperkirakan mencapai sekitar Rp 700 miliar untuk pembelian kendaraan baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×