Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group menunjukkan perbaikan kinerja bisnis yang mulai solid sepanjang 2025, dengan titik balik terlihat jelas pada kuartal IV-2025 seiring dampak transformasi operasional dan strategi ekspansi yang dijalankan perseroan.
Secara keseluruhan, COCO membukukan pendapatan neto Rp 165,08 miliar pada 2025. Namun, akselerasi bisnis paling menonjol terjadi di kuartal IV-2025, ketika penjualan melonjak 40% menjadi Rp53,5 miliar dari Rp38,3 miliar pada kuartal III-2025.
Lonjakan ini didorong penguatan strategi komersial serta ekspansi pasar setelah aksi right issue yang dilakukan di akhir tahun.
Perbaikan kinerja tersebut menjadi indikasi awal bahwa transformasi bisnis mulai memberikan hasil nyata. Di tengah proses tersebut, EBITDA perseroan tetap terjaga, mencerminkan ketahanan operasional.
Baca Juga: Simak Strategi Bisnis Wahana Interfood Nusantara (COCO) yang Perluas Pangsa Pasar
Meski demikian, secara bottom line, perseroan masih mencatat rugi bersih Rp250,86 miliar pada 2025, melebar dari rugi Rp52,20 miliar pada 2024. Kinerja ini terutama tertekan oleh beban non-operasional yang bersifat satu kali (non-recurring).
Direktur Utama Win&Co Group menegaskan bahwa 2025 merupakan fase krusial dalam pembenahan bisnis. "Kuartal IV menjadi titik balik, dengan hasil transformasi mulai terlihat dan menjadi dasar untuk pertumbuhan lebih agresif ke depan," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (1/4/2026).
Dari sisi neraca, perbaikan fundamental juga tercermin pada posisi ekuitas yang berbalik positif menjadi Rp 112 miliar pada kuartal IV-2025, dari sebelumnya negatif Rp4 miliar pada kuartal III-2025. Ini menunjukkan struktur permodalan yang semakin sehat pasca langkah restrukturisasi dan penguatan modal.
Dalam dua tahun terakhir, perseroan telah menggelontorkan belanja modal sekitar Rp27 miliar untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas. Hasilnya, kapasitas produksi naik 3.000 ton menjadi 12.000 ton per tahun, yang akan efektif menopang pertumbuhan mulai 2026.
Baca Juga: Wahana Interfood Nusantara (COCO) Siapkan Tiga Strategi Dongkrak Kinerja di 2026
Dengan fondasi yang lebih kuat, Win&Co Group membidik pertumbuhan pendapatan di atas 50% pada 2026. Target ini akan ditopang oleh penguatan segmen B2B, ekspansi distribusi, peningkatan kapasitas produksi, serta momentum musiman seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru.
Perseroan juga telah mengantongi pipeline kerja sama dengan sejumlah pelaku industri bakery dan kue di dalam negeri untuk mendorong penjualan.
Selain pertumbuhan organik, perseroan membuka peluang ekspansi anorganik melalui rencana akuisisi, terutama di sektor makanan non-cokelat dan fast moving consumer goods (FMCG). Strategi ini diarahkan untuk memperluas portofolio sekaligus memperkuat posisi di industri makanan dan minuman.
Manajemen menilai kombinasi transformasi internal, ekspansi kapasitas, dan potensi sinergi dari aksi anorganik akan menjadi katalis utama pertumbuhan berkelanjutan.
Baca Juga: Wahana Interfood (COCO) Rugi Rp 82,53 Miliar per Semester I-2025
Dengan momentum yang sudah terbentuk sejak akhir 2025, perseroan optimistis dapat membalikkan kinerja laba dan mencatatkan pertumbuhan yang lebih agresif pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













