kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

GAPKI: Ekspor CPO tidak akan sebaik tahun lalu


Kamis, 06 November 2014 / 17:57 WIB
ILUSTRASI. Kejagung Sita Mobil Land Rover Milik Johnny G Plate, Mobil Tak Terdaftar Di LHKPN


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kinerja produksi dan ekspor minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) diproyeksi masih sulit tumbuh signifikan. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memproyeksikan kondisi ini masih akan terus berlanjut hingga tahun depan.

Joko Supriyono Sekretaris Jenderal GAPKI mengatakan, untuk tahun ini saja ekspor CPO diramal tidak akan sebaik tahun lalu yang mencapai 19,7 juta ton. "Kalau hitungan kita, tahun ini mungkin sedikit dibawah tahun lalu," kata Joko, Kamis (6/11).

Disparitas harga CPO dibandingkan dengan minyak nabati yang lain seperti minyak kedelai dan reapseed terus menipis selama 10 tahun terakhir turut memperparah kinerja ekspor. Joko bilang, bila 10 tahun lalu perbedaan harga antara CPO dengan minyak kedelai hingga US$ 200 per ton, kini menyusut hingga US$ 90 per ton.

Susanto Kepala Bidang Otonomi Regional GAPKI menambahkan, hingga akhir tahun ini harga CPO diperkirakan hanya akan berada dikisaran RM 2.300 per ton-RM 2.350 per ton. Sementara di kuartal I 2015 harga akan naik tipis dikisaran RM 2.500 per ton.

Namun Susanto bilang harga tersebut masih memungkinkan turun bila harga minyak nabati lain produksinya meningkat sehingga menurunkan harga CPO. "Kalau ada anomali cuaca, dan produksi di AS tidak diharapkan, dapat tembus RM 2.500 per ton," kata Susanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×