kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Gapki sebut kinerja ekspor sawit tergantung pemulihan ekonomi negara tujuan ekspor


Minggu, 26 Juli 2020 / 16:19 WIB
Gapki sebut kinerja ekspor sawit tergantung pemulihan ekonomi negara tujuan ekspor
ILUSTRASI. Pabrik kelapa sawit PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA)


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Hingga Mei 2020, kinerja ekspor minyak sawit Indonesia tidak terlalu menggembirakan. Pasalnya, ekspor minyak sawit dan turunannya sejak Januari hingga Mei tercatat sebesar 12,73 juta ton atau mengalami penurunan 13,7% dari periode yang sama tahun lalu.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono pun mengaku sulit untuk memproyeksi kinerja ekspor minyak sawit di semester II tahun ini.

"Sangat sulit memprediksi [kinerja ekspor] karena tergantung seberapa cepat pemulihan ekonomi di beberapa negara," ujar Joko kepada Kontan, Jumat (24/7).

Baca Juga: Soal wacana DMO sawit, pelaku industri sarankan perlunya kajian terlebih dahulu

Joko berharap ekonomi China bisa segera pulih. Tak hanya itu, ekonomi India diharapkan mulai pulih di semester II sehingga bisa secara bertahap mengimpor kembali. Dia berpendapat, dengan pulihnya ekonomi negara-negara tersebut, maka kegiatan ekspor minyak sawit Indonesia masih tetap berlangsung.

"Paling tidak pasar-pasar besar masih berjalan, tidak berhenti total," ujar Joko.

Adapun, berdasarkan data Gapki, kinerja ekspor minyak sawit Indonesia ke beberapa negara tujuan seperti China, India hingga Uni Eropa masih tercatat mengalami penurunan. Di Mei, ekspor minyak sawit ke China turun 21% dari April, ke India turun 9,2%, dan ke Uni Eropa turun 16,62%.

Baca Juga: Gapki harap penguatan ISPO bisa jawab berbagai isu sawit




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×