kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45949,49   17,94   1.93%
  • EMAS929.000 0,43%
  • RD.SAHAM 0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.20%

Gapki serahkan batik berbahan baku turunan sawit kolaborasi lintas generasi ke Jokowi


Selasa, 19 Oktober 2021 / 21:13 WIB
Gapki serahkan batik berbahan baku turunan sawit kolaborasi lintas generasi ke Jokowi
ILUSTRASI. Gapki serahkan batik berbahan baku turunan sawit kolaborasi lintas generasi ke Jokowi

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyerahkan batik Sawit Nusantara yang merupakan hasil kolaborasi lintas generasi kepada Presiden Joko Widodo dan wakil Presiden Maruf Amin.  Selain Presiden dan wapres, Gapki juga menyerahkan 55 Batik Sawit Nusantara untuk para menteri di jajaran Kabinet.

Wakil Ketua Gapki, Togar Sitanggang, mengatakan, Batik Sawit Nusantara dikerjakan dengan menggunakan fraksi padat turunan minyak kelapa sawit yang disebut palm wax sebagai malam batik. 

Produk ini merupakan hasil riset Gapki bekerja sama dengan OR PPT- BRIN. Selain berbahan baku palm wax, desain Batik Nusantara sarat dengan pesan penting tentang manfaat kelapa sawit.

“Pembuatan Batik Sawit Nusantara dilandasi pemikiran bahwa sawit sebagai salah satu kekayaan alam Indonesia, harus terus didengungkan manfaatnya. Di sisi lain, ada pesan hilirisasi di dalamnya,” kata Togar dalam keterangannya, Selasa (19/10).

Baca Juga: Upaya memperkuat kelembagaan petani kelapa sawit di Indonesia

Hilirisasi sawit merupakan Jokowi agar peran industri sawit dapat terus ditingkatkan serta mampu  mendorong industri lain ikut berkembang.  Karena sarat makna, Togar berharap, batik Sawit Nusantara dapat menjadi inspirasi bagi Jokowi dan jajaran kabinetnya untuk memperkenalkan sawit Indonesia dalam berbagai forum.

Togar yang juga  penggagas ide batik Sawit Nusantara mengatakan, Batik Sawit Nusantara dikerjakan oleh tim perancang lintas generasi.  Riset palm wax dikerjakan Indra Budi Susetyo seorang profesional peneliti di OR PPT- BRIN dan teknik membatik dikerjakan oleh pembatik berpengalaman Wirasno.

Sementara desain batik dikerjakan Herdiyanto dan Syihan Rama Santosa. Kedua desainer ini merupakan milenial berpengalaman yang  melahirkan banyak karya di industri kreatif.

Menurut Herdiyanto yang bertindak sebagai brand designer, batik bermotif  Ciptadira yang diberikan kepada Presiden Jokowi melambangkan gabungan kreasi dan makna kebijakan di dalamnya.

Baca Juga: Harga CPO diprediksi tetap tinggi, silakan cermati saham-saham emiten CPO ini

“Dira juga punya makna lain yakni singkatan dari Indonesia Raya. Pemilihan nama Ciptadira jadi simbol harapan sebuah kebijaksanaan dalam menjaga kepercayaan dan kemuliaan yang diamanatkan pada para pemimpin,” kata Herdiyanto.

Syhan Rama Santosa yang mendesain motif Panca Jagat untuk  Wapres Ma’ruf Amin mengatakan, batik tersebut memiliki makna empat elemen dasar yakni air, udara, tanah dan api. Motif ini mengandung makna alam semesta atau Sang Hyang Agung. Itu berarti, jika alam bersuka cita, maka manusia pun ikut merasakan kebaikannya. 

“Gambar kujang dan tanduk rusa di motif Panca jagat melambangkan ide sarat makna. Ini berawal dari Bogor, kota pertama kelapa sawit ditanam di Indonesia,” jelas Syhan.

Herdiyanto mengatakan, mendesain batik bukan hanya sekadar menggambarkan kultur budaya Indonesia lengkap dengan filosofi, tapi juga ada doa di dalamnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×