kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Gapkindo minta anggotanya tidak jual karet di bawah US$ 3 per kg


Jumat, 11 November 2011 / 12:40 WIB
ILUSTRASI. BioNTech yang sebelumnya telah berhasil melahirkan vaksin Covid-19 bersama Pfizer saat ini yakin bahwa vaksin buatan mereka mampu melawan mutasi virus corona baru yang muncul di Inggris.


Reporter: Edy Can, Reuters, Bloomberg | Editor: Edy Can

JAKARTA. Krisis utang Eropa membuat harga karet semakin tertekan. Gabungan Perusahaan Karet Indonesia meminta anggotanya tidak menjual karet di bawah harga US$ 3 per kilogram.

Asal tahu saja, harga karet kualitas SIR 20 dijual sekitar US$ 3,30 per kilogram. Harga ini melorot jauh dibandingkan harga tertinggi pada Februari lalu sebesar US$ 5,8 per kilogram.

Indonesia merupakan produsen karet kedua terbesar setelah Thailand. Tahun lalu, produksi karet nasional 2,7 juta ton dan 2011 diramalkan 2,9 juta ton.

Ternyata bukan hanya pengusaha Indonesia saja yang mengerem penjualan karet. Pengusaha Thailand dan Malaysia juga berusaha membatasi penurunan harga karet.

Kepala Sekretaris International Rubber Consortium Ltd. Yium Tavarolit mengungkapkan, Indonesia, Thailand dan Malaysia sedang berdiskusi membatasi penurunan harga karet. Menurutnya, tindakan ini dilakukan karena permintaan dan pasokan karet tidak banyak berubah.

Konsumsi karet China sendiri naik sebesar 38% menjadi 220.000 ton pada Oktober lalu. Catatan saja, China adalah konsumen karet terbesar. Sementara, produksi karet di tiga penghasil karet terbesar itu baru akan menurun pada Januari akhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×