kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.126   32,00   0,19%
  • IDX 7.443   135,73   1,86%
  • KOMPAS100 1.027   17,23   1,71%
  • LQ45 743   8,71   1,19%
  • ISSI 269   4,81   1,82%
  • IDX30 397   4,49   1,14%
  • IDXHIDIV20 486   5,88   1,22%
  • IDX80 115   1,58   1,39%
  • IDXV30 135   1,75   1,31%
  • IDXQ30 128   1,34   1,05%

Gapmmi jajaki peluang pasar ekspor Amerika Latin dan Afrika


Selasa, 03 Maret 2020 / 22:03 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas produksi air mineral dalam kemasan di Pasuruan, Jawa Timur (16/10/2019). 


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

"Intinya, seluruh aturan tata niaga ekspor diminta disederhanakan dan kalau perlu dihapuskan, kira kira itu," kata dia. Kedua, pemerintah melakukan pengurangan larangan pembatasan atau tata niaga terhadap impor, terutama impor bahan baku. 

"Jadi impor bahan baku ini supaya tidak terkendala di dalam proses impornya, larangan pembatasan impornya kita kurangi sebisa mungkin kita hapuskan," ujar dia.

Ketiga, pemerintah akan melakukan percepatan proses impor, untuk 500 perusahaan importir yang berreputasi.

Baca Juga: Menteri Perdagangan jamin pasokan bahan pokok aman sampai bulan Mei nanti

"Jadi importir yang punya reputasi tinggi ini kita minta kita kurangi treatment pemeriksaan apapun sehingga kita percepat secepatnya. Bu menteri keuangan sudah menyampaikan ke pak menteri perdagangan kemarin ada 500 reputable importer atau reputable trader," jelas dia. 

Keempat, pemerintah akan mengurangi logistik cost, melakukan efisiensi di dalam proses logistik. "Yakni dengan cara mendorong nasional logistik ekosistem yang kira kira nanti di tahap awal akan mengintegrasikan Indonesia National Single Window (INSW)," terang dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×