kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.029   29,00   0,17%
  • IDX 7.095   -89,34   -1,24%
  • KOMPAS100 980   -12,42   -1,25%
  • LQ45 719   -7,80   -1,07%
  • ISSI 254   -3,09   -1,20%
  • IDX30 390   -3,11   -0,79%
  • IDXHIDIV20 485   -2,26   -0,46%
  • IDX80 110   -1,24   -1,11%
  • IDXV30 134   -0,36   -0,27%
  • IDXQ30 127   -0,84   -0,66%

Gara-gara masih hujan, biaya produksi cengkih naik


Kamis, 18 Agustus 2016 / 12:05 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Curah hujan di Pulau Jawa yang mulai tinggi sejak awal pekan Agustus berdampak pada petani cengkih. Masa jemur cengkih menjadi lebih lama dari biasanya dan menyeret naik biaya produksi.

"Kenaikannya tidak terlalu signifikan, di bawah 10%," kata I Ketut Budiman, Sekjen Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia, pada KONTAN, Selasa (16/8).

Meski begitu, harga cengkih tidak akan melambung tinggi. Ketut bilang, harga jual cengkih saat ini sekitar Rp 100.000 per kilogram (kg). Soalnya, hasil produksi cengkih masih stabil antara 100.000 ton sampai 110.000 ton, meskipun sebagian daerah di Indonesia sudah diguyur hujan.

Selain itu, waktu panen cengkih cukup bervariasi. "Normalnya dari Juli sampai Oktober. Tapi, masa panen di Aceh sudah sejak Januari, sehingga pasokan saat ini tertutup dari panen wilayah lainnya," jelasnya.

Sekitar 93% produksi cengkih diserap oleh industri rokok. Sisanya untuk kebutuhan industri farmasi, makanan, dan ekspor.

Saat musim hujan, pohon cengkih sulit berbunga. Bunga akan kembali muncul saat curah hujan menurun.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×