kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.723   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Gara-gara virus corona, bisnis pengiriman kargo udara ke China turun sampai 40%


Minggu, 09 Februari 2020 / 18:14 WIB
ILUSTRASI. Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). Industri logistik terpapar dampak dari penghentian penerbangan dari dan ke China akibat vi


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

Lanjutnya, sebagian besar pengiriman yang cukup tinggi dari China salah satunya e-commerce sehingga sektor tersebut menjadi salah satu sektor yang cukup terdampak. "Pasti, karena stop semua dan pengiriman barang ke China menggunakan pesawat penumpang 85%," tuturnya.

Ia mencontohkan seperti Lion Air yang memiliki rute penerbangan langsung dari Manado ke China.

Baca Juga: Virus corona menyerang, begini efeknya ke pasokan bahan baku emiten farmasi

Selain itu, berdasarkan catatan  kontan.co.id , Citilink juga memiliki satu penerbangan reguler rute Denpasar-Kunming, serta lima penerbangan charter rute Manado-Guiyang, Padang-Kunming, Denpasar-Wenzhou, Denpasar-Guiyang dan Solo-Kunming.

Akibatnya, pengusaha melakukan pengiriman melalui transhipment yang mana melalui negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang juga memiliki frekuensi penerbangan langsung lebih banyak. "Perkiraan saya 80% transhipment," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×