kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 16.996   -53,00   -0,31%
  • IDX 7.172   124,14   1,76%
  • KOMPAS100 991   18,84   1,94%
  • LQ45 725   9,33   1,30%
  • ISSI 256   5,29   2,11%
  • IDX30 392   3,46   0,89%
  • IDXHIDIV20 486   -1,18   -0,24%
  • IDX80 111   1,74   1,59%
  • IDXV30 134   -1,04   -0,77%
  • IDXQ30 128   0,96   0,76%

Gara-gara virus corona, bisnis pengiriman kargo udara ke China turun sampai 40%


Minggu, 09 Februari 2020 / 18:14 WIB
ILUSTRASI. Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). Industri logistik terpapar dampak dari penghentian penerbangan dari dan ke China akibat vi


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

Lanjutnya, sebagian besar pengiriman yang cukup tinggi dari China salah satunya e-commerce sehingga sektor tersebut menjadi salah satu sektor yang cukup terdampak. "Pasti, karena stop semua dan pengiriman barang ke China menggunakan pesawat penumpang 85%," tuturnya.

Ia mencontohkan seperti Lion Air yang memiliki rute penerbangan langsung dari Manado ke China.

Baca Juga: Virus corona menyerang, begini efeknya ke pasokan bahan baku emiten farmasi

Selain itu, berdasarkan catatan  kontan.co.id , Citilink juga memiliki satu penerbangan reguler rute Denpasar-Kunming, serta lima penerbangan charter rute Manado-Guiyang, Padang-Kunming, Denpasar-Wenzhou, Denpasar-Guiyang dan Solo-Kunming.

Akibatnya, pengusaha melakukan pengiriman melalui transhipment yang mana melalui negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang juga memiliki frekuensi penerbangan langsung lebih banyak. "Perkiraan saya 80% transhipment," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×