kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45932,69   4,34   0.47%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Garda Tujuh Buana (GTBO) Catatkan Realisasi Penjualan Batubara US$ 50 Juta


Selasa, 13 Desember 2022 / 18:56 WIB
Garda Tujuh Buana (GTBO) Catatkan Realisasi Penjualan Batubara US$ 50 Juta
ILUSTRASI. PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) mencatatkan volume produksi batubara 1,5 juta Metrik Ton (M/T). Foto: DOK GTBO (gtb.co.id)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) mencatatkan realisasi penjualan batubara per Desember 2022 sebesar US$ 50 juta, dengan volume produksi 1,5 juta Metrik Ton (M/T).

Jumlah realisasi penjualan tersebut naik 49% dari capaian penjualan GTBO pada kuartal ketiga 2022, yang sebesar US$ 33,53 juta. Capaian ini merupakan bukti kebangkitan GTBO sepanjang tahun 2022, mengingat pada periode yang sama tahun sebelumnya perseroan berhenti memproduksi batubara.

"Kita pada tahun 2020 berhenti melakukan produksi karena adanya pandemi Covid-19 yang mana harga batubara saat itu sangat terpuruk, sehingga kita putuskan untuk berhenti produksi," kata Direktur GTBO Octavianus Wenas kepada Kontan (13/12).

Baca Juga: Kinerja Pulih, Garda Tujuh Buana (GTBO) Optimistis Lepas dari Suspensi Saham

Meskipun berhenti melakukan kegiatan produksinya dan mendapatkan suspend dari Bursa Efek Indonesia (BEI), GTBO mengaku tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya.

GTBO kembali melakukan aktivitas produksi batubaranya pada November 2021 melihat permintaan batubara global yang meningkat, mengikuti harganya yang terkerek.

Hingga saat ini GTBO mengekspor seluruh produksi batubaranya (100%) ke beberapa negara seperti Thailand, India, dan China.

Sepanjang tahun 2022, GTBO melakukan ekspor ke 3 negara tersebut dengan rincian 600 ribu M/T ke Thailand, 200 ribu M/T ke China, dan 200 ribu M/T ke India.

 

Dalam melakukan produksi pengeboran batubara, perseroan mengaku tidak membeli atau melakukan pengadaan alat-alatnya, melainkan memilih untuk menyewa kepada perusahaan lain.

Ini dilakukan agar menghemat biaya yang dikeluarkan perseroan, "Kita tidak membutuhkan capex yang banyak karena seluruh alat-alat untuk kebutuhan produksi itu kita sewa, ini untuk menghemat biaya pengeluaran," kata Octavianus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×