kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Garuda Indonesia menilai harga avtur masih wajar


Rabu, 21 Maret 2012 / 17:17 WIB
ILUSTRASI. Petugas penegak hukum menyelidiki lokasi penembakan di supermaket King Soopers di Boulder, Colorado, Amerika Serikat, 22 Maret 2021. REUTERS/Jim Urquhar


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia tidak menaikkan tarif harga tiket penerbangan walaupun harga bahan bakar avtur sudah naik sejak dua bulan terakhir.

Perlu diketahui, harga avtur saat ini naik 3,2% dari Rp 9.400 pada dua bulan lalu menjadi Rp 9.702 per liter untuk harga saat ini. Kenaikan harga avtur ini mengacu pada harga avtur yang ditetapkan oleh PT Pertamina.

"Tiket pesawat Garuda dijual berdasarkan klasifikasi. Jadi belum ada kenaikan tarif secara langsung," kata Elisa Lumbantoruan, Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), di Jakarta, Rabu (21/3).

Menurut Elisa, saat ini fluktuasi dari harga avtur di pasar dunia masih pada kategori wajar, sehingga pihak maskapai pelat merah ini belum menganggap perlu adanya penyesuaian harga tiket.

Padahal, kenaikan harga avtur bisa mempengaruhi kinerja bisnis perusahaan penerbangan. Sebab, biaya operasional dari bahan bakar avtur memiliki kontribusi 25% sampai 35% dari total biaya operasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×