kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Garuda simpan asa di rute Jakarta-London


Selasa, 20 Agustus 2013 / 17:19 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas di pabrik sigaret kretek tangan (SKT) PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) di Surabaya.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Maskapai penerbangan PT Garuda Inodonesia Tbk (GIAA) mengungkapkan bahwa pihaknya masih membuka peluang untuk dibukanya penerbangan langsung untuk rute Jakarta-London (pp) menggunakan pesawat Boeing 777-300 ER.

Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda Indonesia menyampaikan kemungkinan pihaknya akan membuka rute tersebut setelah September mendatang.

"Keputusan September itu adalah hasil rapat antara Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura II dan pada waktu tersebut akan dilakukan pengerasan landasan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (20/8).

Emirsyah menjelaskan jika memang pada September nanti kekerasan landasan Bandara Soekarno-Hatta sudah cocok untuk Boeing 777-300 ER maka pihaknya butuh waktu sekitar 6 bulan untuk mempersiapkan rute tersebut.

"Kan kita tidak bisa umumkan dan besoknya langsung terbang," jelasnya. Dia pun menargetkan kemungkinan membuka rute Jakarta-London pada Mei 2014. Emir pun mengatakan pesawat tersebut saat ini digunakan untuk rute penerbangan dari Jakarta menuju Shanghai, Seoul, dan Jeddah.

Sebelumnya, Garuda Indonesia membatalkan penerbangan langsung Jakarta-London (non-stop) dengan mengangkut 314 penumpang (8 first class, 38 business class, 268 economy class) dan kargo sebanyak 11 ton (maximum take-off weight seberat 351.534 kg). Alasannya, pesawat B 777-300ER berbadan jumbo itu memerlukan kualitas landasan yang lebih baik dari kualitas landasan yang ada di bandara Soekarno-Hatta sekarang ini.

“Dengan kondisi itu, maka akan terjadi "restricted take-off weight" sebesar 329.365 kg,” kata Emirsyah dua pekan lalu. Jika dipaksakan kata Emirsyah, pesawat harus mengurangi 39 penumpang dan tidak boleh membawa kargo pada setiap penerbangan. Jika dilakukan, maka akan banyak potensi kerugian dari Garuda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×