Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
Tekanan Harga Plastik dan Raw Material Jadi Perhatian
Di sisi lain, GOOD juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga bahan baku dan material kemasan, khususnya plastik.
Ia mengakui, kenaikan harga kemasan plastik saat ini memberikan tekanan terhadap beban operasional perusahaan.
"Estimasi internal perusahaan menunjukkan bahwa kenaikan harga ini bervatiatif, mulai dari 10%-70%. Dan akan berdampak terhadap gross profit sekitar 1% sampai 4%,” ungkapnya.
Manajemen terus melakukan mitigasi agar dampaknya terhadap margin tetap terjaga. Langkah pertama dilakukan melalui efisiensi operasional internal untuk memperbaiki struktur biaya dan menjaga pengendalian cost.
Baca Juga: MUF Catatkan Penyaluran Pembiayaan Kendaraan Listrik Tumbuh Dobel Digit pada 2025
Kedua, perusahaan melakukan diversifikasi pemasok dan substitusi material packaging.
Menurutnya, tekanan terbesar saat ini terjadi pada bahan berbasis polypropylene (PP), sementara polyester relatif lebih stabil, karena itu, perusahaan terus mencari alternatif material yang tetap optimal bagi konsumen namun lebih efisien secara biaya.
Ketiga, GOOD juga membuka peluang sourcing bahan baku dari negara tetangga karena pasokan lokal dinilai terbatas.
Salah satu pemasok utama film dan plastik berasal dari China, meski impor dari negara tersebut juga menghadapi tantangan seperti bea masuk dan kebijakan dumping.
“Hal ini akan kami kelola sebaik-baiknya supaya kami tetap bisa mempertahankan stabilitas harga produk yang sesuai dengan daya beli konsumen,” jelas Johny.
Selain plastik, kenaikan harga bahan baku dairy dan kacang juga menjadi perhatian. GOOD telah melakukan penyesuaian harga pada beberapa produk secara bertahap.
Baca Juga: Strategi ASLC Tetap Tumbuh Dobel Digit Usai Pendapatan Tembus Rp 1 Triliun di 2025
Seperti pada lini dairy product misalnya, harga telah dinaikkan sekitar 5% seiring kenaikan harga raw material dari pemasok.
Sementara untuk produk berbasis kacang, penyesuaian harga juga akan dilakukan secara bertahap mulai Mei hingga Juni 2026 dengan tetap mempertimbangkan daya saing di pasar.
“Penyesuaian harga jual adalah opsi yang selalu kami pertimbangkan secara hati-hati, dengan tetap menjaga kualitas produk dan daya saing di pasar,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













