kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gelar RUPST, Itama Ranoraya (IRRA) Angkat Jajaran Direksi Baru


Kamis, 25 April 2024 / 22:07 WIB
Gelar RUPST, Itama Ranoraya (IRRA) Angkat Jajaran Direksi Baru
ILUSTRASI. Logo PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta, Jumat (13/11). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/13/11/2020


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menyetujui pengangkatan Teguh Eko Purwanto sebagai Direktur dan Viertin Maretson Lumban Tobing sebagai Direktur dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung hari ini, Kamis (25/4). 

Sementara itu, tidak ada perubahan pada susunan Dewan Komisaris Perseroan. Dengan demikian, maka susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, efektif setelah RUPST, adalah sebagai berikut:

Susunan Dewan Komisaris:
Komisaris Utama: Tjandra Yoga Aditamattt
Komisaris: Wirdhan Denny
Komisaris Independen: Roy Edison Maningkas

Susunan Direksi
Direktur Utama: Heru Firdausi Syarif
Direktur: Teguh Eko Purwanto
Direktur: Viertin Maretson Lumban Tobing
Direktur: Hendry Herman

Baca Juga: Sinar Mas Agro (SMAR) Dapat Pinjaman Kredit US$ 250 Juta dari BNI

Dalam paparan publik yang berlangsung virtual, IRRA menjabarkan selama tahun 2023, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 696,30 miliar. Segmen Alat Kesehatan Elektromedik menjadi kontributor pendapatan usaha terbesar dengan jumlah Rp 412,61 miliar, disusul segmen Produk Diagnostik in Vitro sebesar Rp 215,79 miliar dan segmen Alat Kesehatan Non Elektromedik Steril sebesar Rp 64.36 miliar. 

Hal ini sejalan dengan perkembangan sektor kesehatan dalam negeri yang mulai pulih dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan permintaan pada alat-alat kesehatan steril seperti skrining tes Covid-19. 

Sementara itu, permintaan pada alat-alat diagnostik elektromedik meningkat secara signifikan. Perseroan mencatatkan pertumbuhan penjualan pada segmen ini hingga 840% (year-on-year dibandingkan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022).

“Dengan jumlah penduduk yang terus bertumbuh dan kesadaran akan kesehatan yang semakin meningkat, kami telah memetakan sejumlah peluang pertumbuhan bisnis utama, yakni mendorong akselerasi pertumbuhan organik melalui fokus pada pertumbuhan produk alat kesehatan dalam negeri dan peningkatan jumlah tenaga penjualan di titik-titik strategis di Indonesia, menjalin dan menjaga kemitraan strategis dengan prinsipal dalam dan luar negeri, ekspansi kerja sama dengan fasilitas kesehatan, didukung dengan sumber daya manusia yang lincah untuk membuka peluang,” jelas Teguh Eko Purwanto, Direktur IRRA, Kamis (25/4). 

Strategi ini sejalan dengan dinamika sektor alat kesehatan dalam negeri sepanjang tahun ini. Hal ini termasuk pertumbuhan jumlah rumah sakit di Indonesia yang diestimasi mencapai 3.155 rumah sakit pada tahun 2024, prediksi pertumbuhan tes darah oleh Palang Merah Indonesia sebesar 5% per tahun, serta kebutuhan sekurang-kurangnya 279 unit instalasi pengobatan radioterapi sel kanker di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Laba Dharma Polimetal (DRMA) Turun 38,25% Jadi Rp 133,40 Miliar pada Kuartal I-2024

Untuk meningkatkan kapabilitas Perseroan dalam membuka peluang dan meraih target bisnis tersebut, Perseroan juga telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT OCBC NISP Tbk. sejumlah Rp 430.000.000.000 dengan jangka waktu lima tahun. Fasilitas kredit ini akan digunakan Perseroan secara prudent untuk mendukung program bisnis jangka panjang.

"Perseroan akan terus mengimplementasikan langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan biaya operasional dan belanja modal, serta terus memastikan pelayanan prima bagi seluruh pelanggan, yang akhirnya berkontribusi bagi ketangguhan sektor kesehatan Indonesia dan menjadi nilai tambah bagi pemegang saham," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×