kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Genjot Pertumbuhan 2026, AirAsia Ekspansi Rute dan Bentuk Virtual Hub


Senin, 19 Januari 2026 / 15:09 WIB
Genjot Pertumbuhan 2026, AirAsia Ekspansi Rute dan Bentuk Virtual Hub
ILUSTRASI. PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menyiapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan pertumbuhan pada 2026 (Dok/AirAsia)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menyiapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan pertumbuhan pada 2026. Salah satunya melalui optimalisasi jaringan penerbangan domestik dan internasional, seiring momentum pemulihan yang semakin menguat pasca periode libur akhir tahun.

(Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman mengungkapkan, AirAsia sudah memiliki rencana pengoperasian penerbangan untuk sejumlah rute domestik utama, mencakup Surabaya, Makassar, Kendari, Palu, dan Luwuk serta rute internasional Denpasar menuju Melbourne dan Da Nang yang akan beroperasi di tahun 2026.

Selain itu, Indonesia AirAsia juga akan menambah jadwal penerbangan ke Adelaide hingga beroperasi setiap hari sebagai bagian dari penguatan jaringan Australia.

“Sejalan dengan pengembangan jaringan tersebut, Indonesia AirAsia juga berencana membentuk virtual hub di Makassar (UPG) yang dirancang sebagai sistem yang memungkinkan penumpang terhubung ke lebih banyak tujuan melalui satu bandara transit secara praktis dan efisien,” ujar Achmad, dalam siaran pers, Senin (19/1/2026).

Achmad menambahkan, inisiatif ini diharapkan dapat mengoptimalkan konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur. Di mana, penguatan peran Makassar sebagai virtual hub juga menjadi bagian dari strategi pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan Indonesia AirAsia ke depan.

Baca Juga: Indonesia AirAsia Pastikan Armada A320 Aman dari Kewajiban Rollback Software Airbus

Selain itu, terdapat reaktivasi total tiga armada yang ditempatkan di Medan dan Surabaya guna mendukung pergerakan penumpang ke berbagai destinasi internasional.

Dia menyebut, pengembangan rute-rute baru ini sejalan dengan potensi pariwisata di masing-masing destinasi yang terus berkembang.

Seperti Kendari dan Palu misalnya, kedua wilayah ini memiliki peran penting sebagai pintu masuk menuju berbagai destinasi wisata bahari dan alam di Sulawesi. Sementara Luwuk menawarkan daya tarik wisata pesisir, budaya lokal, serta akses ke kawasan Banggai yang semakin dikenal sebagai tujuan wisata unggulan di Indonesia timur.

Di sisi internasional, Bali tetap menjadi magnet utama pariwisata Indonesia dengan kekayaan alam, budaya, dan seni yang telah diakui secara global. Sementara itu, Melbourne dikenal sebagai kota yang dinamis dengan karakter kreatif yang kuat, menawarkan ragam pengalaman budaya, kuliner, serta akses ke berbagai destinasi wisata di negara bagian Victoria.

Kemudian, untuk rute Denpasar-Da Nang diharapkan dapat memperkuat konektivitas pariwisata antara Indonesia dan Vietnam. Da Nang merupakan salah satu destinasi utama di Vietnam Tengah yang memadukan wisata pantai, budaya, dan kuliner, sehingga konektivitas ini diharapkan dapat mendorong pergerakan wisatawan dua arah serta memperluas pilihan perjalanan bagi wisatawan.

“Melalui berbagai inisiatif ini, Indonesia AirAsia terus berkomitmen untuk memperluas aksesibilitas penerbangan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan pilihan perjalanan udara yang terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Sepanjang 2025 Indonesia AirAsia mencatat kinerja positif dengan mengangkut 5,9 juta penumpang pada penerbangan domestik dan internasional. Capaian ini merupakan bagian dari kinerja AirAsia Group yang beroperasi di Indonesia, yang secara keseluruhan melayani 9,3 juta penumpang.

Komposisi penumpang tersebut mencerminkan arus perjalanan dua arah yang relatif seimbang antara wisatawan Indonesia dan mancanegara, dengan kontribusi penumpang inbound yang berasal dari berbagai pasar utama, termasuk Malaysia, Australia, Tiongkok, dan Singapura.

Momentum kinerja tersebut berlanjut hingga periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, di mana Indonesia AirAsia mengoperasikan lebih dari 3.000 penerbangan hingga awal Januari 2026 dengan 550.000 kapasitas kursi dan tingkat keterisian penumpang (load factor) sebesar 85 persen untuk 23 destinasi internasional dan 11 destinasi domestik.

Dengan upaya tersebut, Indonesia AirAsia berhasil mengangkut 70.000 wisatawan mancanegara ke Indonesia. Capaian ini mencerminkan kepercayaan pelanggan yang terus terjaga, serta kesiapan operasional perusahaan dalam menghadapi periode puncak perjalanan.

Selanjutnya: Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat Berkapasitas 40.000 Ton

Menarik Dibaca: Promo Cokelat SilverQueen-Cadbury di Alfamidi, Mulai Rp 8.900 sampai 31 Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×