kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Harga Ayam dan Telur Mulai Naik, Program MBG Dorong Permintaan Peternak


Rabu, 15 Juli 2026 / 18:02 WIB
Harga Ayam dan Telur Mulai Naik, Program MBG Dorong Permintaan Peternak
ILUSTRASI. Program MBG yang kembali berjalan seiring dimulainya tahun ajaran baru mulai mendorong pemulihan harga ayam hidup (broiler) dan telur ayam (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali berjalan seiring dimulainya tahun ajaran baru mulai mendorong pemulihan harga ayam hidup (broiler) dan telur ayam ras di tingkat peternak.

Peningkatan permintaan setelah berakhirnya periode bulan Suro turut menjadi faktor pendorong kenaikan harga komoditas unggas tersebut.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan harga ayam dan telur mulai menunjukkan tren kenaikan setelah aktivitas sekolah kembali normal dan distribusi MBG kembali berjalan.

"Kalau data kami dan juga bertanya ke teman-teman peternak, relatif sudah mulai merangkak. Jadi MBG itu ada pengaruhnya dan sekarang telah melewati bulan Suro, sekaligus juga mulai masuk anak sekolah, MBG dimulai, ini merangkak sudah mulai naik," ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan data Panel Harga Bapanas, rata-rata harga ayam broiler di tingkat peternak per 14 Juli 2026 mencapai Rp 21.736 per kilogram (kg) berat hidup. Angka tersebut meningkat 4,11% dibandingkan sepekan sebelumnya yang berada di level Rp 20.878 per kg.

Baca Juga: Kemendag Terima 1.911 Layanan Konsumen Semester I-2026, Ini Sektor Terbanyak Diadukan

Meski demikian, harga ayam hidup masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat produsen yang ditetapkan sebesar Rp 25.000 per kg.

Kenaikan harga ayam broiler juga belum merata di seluruh wilayah. Di Sumatera Selatan, harga ayam hidup masih tercatat sebesar Rp 18.125 per kg, sementara di Riau telah mencapai Rp 25.600 per kg atau melampaui HAP yang ditetapkan pemerintah.

Di sisi lain, harga telur ayam ras di tingkat peternak juga mulai mengalami kenaikan. Per 14 Juli 2026, rata-rata harga telur tercatat sebesar Rp 22.644 per kg, naik 0,66% dibandingkan sepekan sebelumnya yang sebesar Rp 22.495 per kg.

Namun, harga tersebut masih berada di bawah HAP telur ayam ras yang dipatok sebesar Rp 26.500 per kg.

Ketut menilai harga telur masih berpotensi meningkat seiring bertambahnya kebutuhan pasokan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG di berbagai daerah.

"Sekarang untuk petelur sudah mulai antara Rp 20.000 sampai Rp 21.000, sudah mulai naik perlahan. Kita lihat nanti ke depannya karena akan naik terus nih. Tapi tolong biarkan dulu peternak kita menikmati, sehingga mencapai harga acuan yang kita tetapkan," katanya.

Menurut Ketut, penurunan harga ayam dan telur yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh melemahnya permintaan masyarakat selama bulan Suro. Pada periode tersebut, aktivitas hajatan, termasuk pernikahan, cenderung berkurang sehingga konsumsi produk unggas ikut menurun.

"Sebenarnya bulan Suro itu juga pengaruh besar karena bulan kemarin itu relatif bulan Suro, sehingga acara-acara mantenan dan lain sebagainya terhenti. Permintaan terkait ayam relatif menurun, sehingga harga terkoreksi," jelasnya.

Baca Juga: Aprisindo: Industri Alas Kaki Nasional Masih Tertekan Impor Ilegal dan Sepatu Tiruan

Bapanas optimistis tren harga ayam dan telur akan terus membaik setelah dua faktor utama pendorong permintaan, yakni berakhirnya bulan Suro dan dimulainya kembali Program MBG di sekolah, berjalan secara bersamaan.

Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan Badan Gizi Nasional (BGN) akan menyerap produksi ayam dan telur dari peternak lokal melalui Program MBG.

Pemerintah juga menggandeng Satgas Pangan Polri untuk mengawal implementasi HAP di berbagai daerah guna memastikan peternak tidak menjual hasil produksinya di bawah harga acuan yang telah ditetapkan.

Di Jawa Timur, Bapanas memperkirakan penerapan menu telur sebanyak tiga kali dalam sepekan dalam Program MBG dapat menyerap sekitar 8% hingga 10% produksi telur daerah tersebut.

Selain itu, pemerintah saat ini tengah memetakan wilayah surplus dan defisit pangan agar kebutuhan bahan baku Program MBG dapat dipenuhi dari hasil produksi petani dan peternak di masing-masing daerah. Dengan demikian, program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat kesejahteraan peternak nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×