kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.847   25,00   0,14%
  • IDX 6.100   -77,21   -1,25%
  • KOMPAS100 797   -11,41   -1,41%
  • LQ45 602   -7,73   -1,27%
  • ISSI 211   -1,94   -0,91%
  • IDX30 340   -4,62   -1,34%
  • IDXHIDIV20 417   -4,52   -1,07%
  • IDX80 90   -1,28   -1,40%
  • IDXV30 112   -0,53   -0,47%
  • IDXQ30 108   -1,64   -1,49%

GP Jamu proyeksikan industri jamu tumbuh 5% di tahun 2020


Kamis, 16 Januari 2020 / 16:50 WIB
ILUSTRASI. Pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

Meski diproyeksikan tumbuh, bukan berarti industri jamu dan obat tradisional tanpa hambatan. Salah satu faktor yang menghambat industri jamu adalah program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang membuat mindset masyarakat jadi berubah. Lebih jelasnya, masyarakat merasa tidak perlu menjaga kesehatan dengan jamu atau obat tradisional karena ada pengobatan gratis.

Dihubungi terpisah, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) masih optimistis menyongsong industri jamu di tahun ini. Direktur Utama SIDO David Hidayat bilang, industri jamu masih berpotensi untuk tumbuh di tahun 2020.

"Seiring dengan tren gaya hidup sehat masyarakat yang menginginkan produk-produk yang lebih natural dan aman dikonsumsi siapa saja," ujarnya.

Adapun perusahaan yang produksi Tolak Angin ini perusahaan masih bisa tumbuh dua digit atau di atas 10% di sepanjang 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×