kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Greenwood Sejahtera berharap bisa cetak laba Rp 200 miliar di 2018


Sabtu, 19 Mei 2018 / 06:40 WIB
Greenwood Sejahtera berharap bisa cetak laba Rp 200 miliar di 2018


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) tidak akan banyak melakukan ekspansi bisnis tahun ini. Perusahaan ini menyatakan masih fokus menyelesaikan proyek perkantoran di Superblok TCC Batavia Jakarta dan Capital Square Surabaya.

Dengan tidak adanya peluncuran proyek baru, Greenwood akan lebih banyak mengandalkan pendapatan berulang atau recurring income dari anak-anak usahanya.

Untuk pendapatan langsung, GWSA hanya akan mengandalkan dari penjualan di Capital Square dan TCC Batavia. Strategi perusahaan ini untuk bisa membukukan kinerja lebih baik adalah dengan efisiensi biaya.

"Kami akan melakukan efisiensi dari sisi iklan dan kegiatan-kegiatan perusahaan akan kami kurangi," kata Bambang Dwi Yanto, Direktur GWSA, Jumat (18/5).

Tahun ini, manajemen GWSA menargetkan penjualan dari GWSA saja Rp 100 miliar. Sedangkan laba bersih seluruh entitas usaha termasuk anak usaha ditargetkan Rp 200 miliaran.

Untuk TCC Batavia yang berlokasi di Karet Tengsin Jakarta memiliki lahan seluas 5,3 hektare (ha). Tempat ini akan dibangun menjadi kawasan superblok dalam tiga tahap. Pada fase pertama akan dibangun dua menara perkantoran di lahan 2,1 ha. Satu menara sudah beroperasi, dan satu lagi masih tahap pembangunan.

Bambang menjelaskan, progres pembangunan menara kedua ditargetkan kelar 2021. Proyek ini dalam tahap pengurusan izin pembangunan struktur. Sedang pondasi proyek ini sudah selesai.

Jika menara pertama dibangun secara strata title alias dijual putus, maka menara kedua TCC Batavia hanya akan dipasarkan separuh dan setengah lagi disewakan. "Tetapi kami belum bisa jualan sebelum mendapat izin struktur," ungkap Bambang.

Pembangunan pondasi perkantoran dengan luas bangunan 57.459 m itu sudah dimulai sejak 2017 lalu. Proyek ini ditaksir akan menelan investasi Rp 1,1 triliun.

Tahap kedua akan dibangun tiga tower apartemen di atas pusat perbelanjaan dan convention hall. Tahap tiga, satu menara gedung serbaguna 72 lantai.

Untuk Capital Square Surabaya, progres pembangunannya kini mencapai 20%. Proyek ini merupakan superblok seluas 1,4 ha yang terdiri dari perkantoran 28 lantai, loft 28 lantai, dan apartemen 158 unit setinggi 38 lantai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×